Dinkes : Pemberian ASI Di Kalteng Masih Rendah

oleh

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan bahwa pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di daerah tersebut masih dikategorikan rendah. <p style="text-align: justify;">"Pengetahuan ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi masih kurang dipahami secara mendasar, bahwa pemberian ASI sangatlah penting dalam menjamin pertumbuhan otak bayi menjadi lebih baik pada masa pertumbuhan yang akan datang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Dr Suprastija Budi di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Dia mengatakan, hingga 80 persen perkembangan otak anak dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 3 tahun yang dikenal dengan periode emas, sehingga sangat penting untuk mendapatkan ASI eksklusif yang mengandung protein, karbohidrat, lemak dan mineral yang dibutuhkan bayi.<br /><br />Selanjutnya, pengetahuan ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.<br /><br />Baik melalui kegiatan sosialisasi berkelanjutan hingga pemberian bimbingan teknis kepada para ibu, bagaimana cara pemberian ASI yang baik kepada bayi.<br /><br />"ASI terbukti dapat memberikan kekebalan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko bayi terkena infeksi akut," ucap mantan Dirut RSUD Doris Sylvanus itu.<br /><br />Ia juga menjelaskan, apabila pemberian ASI eksklusif ini digaungkan di seluruh provinsi yang berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu, kemungkinan besar pertumbuhan bayi pada masa mendatang akan mendapatkan asupan gizi yang seimbang.<br /><br />Oleh sebab itu, pihaknya berharap para ibu-ibu yang hingga saat ini masih belum memahami secara dalam tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi bisa lebih mengerti dan paham dibandingkan memberi susu formula kepada bayi.<br /><br />"Saya tegaskan bahwa pemberian ASI kepada bayi lebih baik dibandingkan pemberian susu formula," katanya.<br /><br />Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, tingkat pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih sangat rendah baru 15,3 persen bayi yang mendapat ASI eksklusif hingga enam bulan. Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kualitas SDM secara umum. (das/ant)</p>