Dinkes Penajam Berhasil Turunkan Kasus DBD Melalui Sosialisasi

oleh

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berhasil menurunkan kasus demam berdarah dengue (DBD) setelah menggelar sosialisasi Hidup Bersih Sehat (HBS) di wilayah endemis penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk "aedes aegypti" tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara, Eka Wardhana, Kamis, mengatakan, sosialisasi yang digelar hingga ke daerah pelosok itu berhasil menurunkan kasus penyakit DBD yang awalnya berstatus merah menjadi kuning Kasus DBD kata Eka Wardhana mulai mengalami penurunan pada 2013 dengan hanya ditemukan 780 kasus.<br /><br />"Awalnya, kasus DBD di Kabupaten Penajam Paser Utara berstatus merah, sekarang berubah menjadi kuning setelah kami melakukan sosialisasi hingga ke pelosok desa di wilayah endemi DBD," ungkap Eka Wardhana.<br /><br />Di Desa Tanjungpinang yang merupakan endemi DBD di Kabupaten Penajam Paser Utara kata Eka Wardhana, penyebaran DBD pada 2013 berhasil ditekan menjadi 780 kasus dari 1.796 kasus pada 2012.<br /><br />"Pada 2013 kasus DBD turun sebanyak 1.016 kasus dari 1.796 kasus yang ditemukan pada 2012 ," ujarnya.<br /><br />Penurunan kasus DBD di wilayah Penajam Paser Utara itu menurut Eka Wardhana akibat gencarnya sosialisasi hidup bersih dan sehat ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk pembagian kelambu dan abate gratis.<br /><br />"Kami terus melakukan sosialisasi hidup bersih dan sehat serta memberikan kelambu dan abate gratis ke daerah endemis sampai ke pelosok-pelosok," katanya.<br /><br />"Namun kami berharap, masyarakat juga harus tetap waspada, karena potensi endemis bisa kapan saja terjadi seiring berakhirnya musim penghujan, terutama di wilayah perkebunan, seperti di Desa Sotek dan Sepa dengan selalu menerapkan hidup bersih dan sehat," ungkap Eka Wardhana.<br /><br />Sebagai upaya mengantisipasi DBD, tambah Eka Wardhana, Dinkes Penajam Paser Utara meminta masing-masing Puskesmas lebih memperhatikan kondisi sekitar, serta terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar pemahaman dan kesadaran pentingnya hidup bersih dan sehat semakin meningkat.<br /><br />"Puskesmas menjadi ujung tombak untuk mengantisipasi DBD sehingga kami meminta agar meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat," ungkap Eka Wardhana. <strong>(das/ant)</strong></p>