Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andy Jap mengatakan, peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) dari jalur mandiri masih sangat minim. <p style="text-align: justify;">"Baru setengah persen yang mendaftar dari jalur mandiri," kata Andy Jap saat dihubungi dari Pontianak, Sabtu.<br /><br />Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, peserta yang terdaftar dalam program JKN di Kalbar sebanyak 1.742.142 orang.<br /><br />"Jumlah tersebut sekitar 38 persen dari penduduk Kalbar yang berjumlah 4,2 juta jiwa," kata Andy Jap.<br /><br />Kepesertaan tersebut ada yang berasal dari Jamkesmas, pengalihan dari Askes, serta jalur mandiri.<br /><br />"Artinya, program ini masih harus terus disosialisasikan agar kepesertaan yang mandiri terus meningkat," kata dia.<br /><br />Sedangkan untuk fasilitas kesehatan primer, diantaranya puskesmas, dokter gigi, klinik kesehatan, terdapat 313 unit yang sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).<br /><br />Sementara untuk fasilitas kesehatan lanjutan, ada 31 rumah sakit dari 42 rumah sakit yang sudah menandatangani nota kesepahaman dengan BPJS.<br /><br />"Untuk swasta, ada 6 rumah sakit swasta yang sudah ikut program JKN," katanya.<br /><br />Ia mengakui, sejak diluncurkan tanggal 1 Januari 2014, masih terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya.<br /><br />"Baik masalah umum maupun lokal, perlu dicari solusinya," kata Andy Jap. <strong>(das/ant)</strong></p>

















