Kepala dinas kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian M Qih mengatakan, mulai awal tahun 2011 yang lalu, pihaknya terus mengupayakan pemusnahan jamban-jamban yang ada di sungai sekitar wilayah ini. Pemusnahan jamban tersebut dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang bersih. <p style="text-align: justify;">Dikatakan Jones, kebiasaan buang air besar (BAB) di jamban (WC diatas sungai-red) dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitar. Mulai dari penyakit diare, hepatitis, polio, penyakit kulit maupun penyakit berbahaya jenis lainnya.<br /><br />“Kita dinas kesehatan sudah menetapkan program, bahwa pada tahun depan Kabupaten Sanggau sudah bebas jamban. Namun tentunya pemusnahan jamban tidak bisa kita lakukan langsung secara bersamaan, dan harus bertahap karena kita menyadari sepenuhnya kesadaran masyarakat untuk meninggalkan jamban ini masih harus terus ditingkatkan,” ungkap Jones.<br /><br />Sampai Juli 2011 dikatakanya, sudah dua wilayah yang dilakukan pemusnahan jamban oleh pemerintah Kabupaten Sanggau melalui dinas kesehatan. Masing-masing di wilayah Kelurahan Mensarang Kecamatan Kapuas dan wilayah Sungai Kosak yang dilakukan belum lama ini, dan akan segera menyusul beberapa wilayah lain sekitar Kota Sanggau.<br /><br />“Untuk mengganti jamban-jamban yang biasa digunakan masyarakat tersebut, pemerintah sudah memasukan beberapa program yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat. Seperti proyek Communiy Water Services and Health Project (CWSHP) yang didanai oleh Bank Dunia, yang fokus pada penyediaan air bersih bagi masyarakat,” tandasnya.<br /><br />Dengan pemusanahan jamban dimaksud menurutnya, maka diharapkan keberadaan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Sanggau bisa menjadi bersih. Dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang hidup disepanjang sungai tersebut untuk kebutuhan konsumsi, mengingat selama ini sungai yang ada merupakan pemasok utama sumber air bersih bagi masyarakat Sanggau.<br /><br />Sementara wakil bupati Sanggau Paolus Hadi SIP ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, masyarakat diminta secara sadar melakukan pemusnahan sendiri jamban-jamban yang mereka miliki. Karena pemerintah tidak mungkin memusnahkan satu persatu jamban yang ada tersebut, kesadaran untuk melakukan pemusnahan jamban yang ada menurutnya sangat penting.<br /><br />“Yang terpenting memang untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita masyarakat Kabupaten Sanggau masing-masing tapi sebenarnya lebih dari itu. Pemusnahan jamban ini juga akan sangat bermanfaat bagi kita untuk menjaga keindahan lingkungan kita. Dengan begitu maka orang luar yang dating tidak akan merasa risih dengan kondisi yang ada,” ungkapnya.<br /><br />Selain meminta masyarakat untuk tidak lagi buang air besar (BAB) di sungai, wakil bupati juga meminta masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang dapat merusak sungai. Seperti membuang sampah di sungai, dan aktifitas yang lainya. Mengingat keberadaan sungai bagi sebagian besar masyarakat Sanggau masih sangat dibutuhkan untuk akses transportasi misalnya.<br /><br />“Pemerintah sudah menetapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak mengikuti ajakan hidup bersih pemerinta meskipun saya tidak perlu menyebutkan apa sanksinya. Untuk itu saya minta mulai sekarang masyarakat secara sadar untuk menyediakan WC di rumahnya masing-masing agar tidak perlu lagi ketergantungan dengan jamban yang ada,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>














