Home / Tak Berkategori

Dinkes Tabalong Temukan Satu Kasus Gizi Buruk

- Jurnalis

Kamis, 16 Februari 2012 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas kesehatan Tabalong, Kalimantan Selatan menemukan satu kasus gizi buruk di Desa Masingai II Kecamatan Upau. <p style="text-align: justify;">Menurut Plt kabid pelayanan kesehatan, Dinas kesehatan Tabalong, Herlina, penderita gizi buruk yang ditemukan sudah mendapatkan penanganan intensif berupa pemberian asupan makanan tambah dan asupan gizi cukup.<br /><br />"Satu kasus gizi buruk di Desa Masingai II memang disebabkan kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan anak ke pusat pelayanan kesehatan serta pola pemberian makan anak yang keliru," jelas Herlina, Kamis di Tanjung, ibukota Tabalong.<br /><br />Penderita gizi buruk sendiri mendapatkan rawat jalan dengan pemantauan langsung dari petugas kesehatan setempat.<br /><br />Sementara itu untuk mencegah terjadinya kasus gizi buruk, Dinkes setempat terus melakukan sosialiasi pentingnya gizi bagi tubuh di seluruh puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan.<br /><br />Herlina juga mengakui ada lima desa yang belum memiliki tenaga kesehatan atau bidan dan saat ini tercatat ada sekitar 191 bidan yang ada di Tabalong.<br /><br />"Ada tiga desa yang belum memiliki bidang karena itu diupayakan tiap desa minimal punya satu bidan atau petugas kesehatan," jelasnya lagi.<br /><br />Dengan ditemukannya satu kasus gizi buruk, bisa menjadi motivator bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat pedesaan.<br /><br />Mengingat untuk angka kematian bayi di Tabalong juga masih tinggi, mencapai 74 kasus pada 2011.<br /><br />Sedangkan Untuk bayi lahir mati tercatat 16 kasus dengan rincian 10 bayi laki-laki dn 6 perempuan, bayi usia 0 sampai 7 hari 25 kasus, usia 7 sampai 28 hari 1 kasus dan usia 28 hari sampai 1 tahun 6 kasus.<br /><br />Sementara itu sarana kesehatan yang ada mencakup 15 puskesmas, 52 puskesmas pembantu, 15 unit puskesmas keliling, 98 buah polindes, 264 posyandu balita, 100 buah posyandu lansia, 2 klinik kesehatan swasta.<br /><br />Untuk puskesmas perawatan terdapat di Kecamatan Muara Uya, Kelua dan Haruai. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Sintang Dukung Kelancaran Seluruh Kegiatan Imlek dan Cap Go Meh
Tak Hanya Tangkap Pelanggar, Polisi Melawi Kini Tebar Ribuan Ikan untuk Ketahanan Pangan
Wabup Barito Utara Buka Musrenbang Tahun 2027 di Kecamatan Teweh Baru
Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK
IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi
108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Sintang Dukung Kelancaran Seluruh Kegiatan Imlek dan Cap Go Meh

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:14 WIB

Tak Hanya Tangkap Pelanggar, Polisi Melawi Kini Tebar Ribuan Ikan untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:38 WIB

Wabup Barito Utara Buka Musrenbang Tahun 2027 di Kecamatan Teweh Baru

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:29 WIB

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:38 WIB

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi

Berita Terbaru