Dinkes Terus Sosialisasikan Penggunaan Vaksin Anti-Rabies

Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang penggunaan vaksin anti-rabies sebagai upaya menekan penyebaran penyakit rabies akibat gigitan anjing. <p style="text-align: justify;">Sosialisasi dan penyuluhan itu dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat, dan terutama ditujukan untuk masyarakat adat Dayak Meratus, kata Kepala Dinas Kesehatan Hulu Sungai Tengah Hardi Basuki di Barabai, Jumat.<br /><br />"Sebagian besar masyarakat adat Dayak Meratus memelihara anjing untuk teman berburu, sebagai penjaga ladang, dan penjaga rumah," katanya.<br /><br />Sosialisasi dan penyuluhan terur dilakukan karena di Hulu Sungai Tengah masih ditemukan banyak kasus gigitan anjing.<br /><br />Sepanjang Januari hingga akhir Juni 2011 ditemukan 38 kasus gigitan anjing, dan empat di antaranya positif rabies.<br /><br />"Empat yang positif rabies itu berasal dari gigitan dua anjing gila yang berbeda," ujarnya.<br /><br />Tiga di antara empat kasus gigitan itu terjadi di Desa Hantakan, Kecamatan Hantakan, pada 16 Juni oleh seekor anjing liar yang gila terhadap bayi berusia 1,6 bulan dan dua orang dewasa berusia di atas 33 tahun.<br /><br />Keempat korban gigitan anjing liar yang positif rabies tersebut telah mendapatkan pengobatan sehingga tidak sampai mengakibatkan kematian.<br /><br />secara keseluruhan, kasus gigitan anjing terjadi secara sporadis di desa-desa yang berada di kawasan pegunungan Meratus, seperti di Kecamatan Batang Alai Selatan, Batang Alai Timur, Hantakan, Limpasu dan Haruyan.<br /><br />Ia mengatakan, dari ke 48 korban gigitan anjing tersebut sepuluh di antaranya meninggal dunia. "Tapi kematian sepuluh orang tersebut tidak bisa dikatakan akibat dari rabies karena hasil pemeriksaan terhadap anjing yang menggigit belum diketahui," katanya.<br /><br />Korban gigitan anjing tersebut 14 orang di antaranya adalah anak-anak usia 1 tahun hingga 10 tahun, sepuluh orang remaja usia 10 tahun hingga 15 tahun dan orang dewasa usia 20 tahun hingga 55 tahun.<br /><br />Ia menambahkan, kasus gigitan anjing di Hulu Sungai Tengah tergolong masih tinggi karena masyarakat setempat, khususnya yang mendiami wilayah pedalaman, senang memelihara anjing. <strong>(phs/Ant)</strong></p>