DINKES: Waspadai Depot Isi Ulang Tak Berizin

oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Kalimantan Timur meminta warga untuk waspada dalam mengonsumsi air isi ulang karena masih ada depot isi ulang yang tidak memiliki izin sehingga dikhawatirkan airnya tidak memenuhi standar kesehatan. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Dinas Kesehatan Berau, dr Mathius M Popang, di Tanjung Redeb, Berau, Kamis, mengatakan, ada sekitar tiga persen dari 54 depo air minum isi ulang yang beroperasi di Berau, tidak mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Berau.<br /><br />Semestinya, katanya, sesuai ketentuan Dinas Kesehatan, sebelum masyarakat mendirikan depot air isi ulang seperti itu, pihak Dinkes harus terlebih dahulu.<br /><br />"Kami melakukan pengecekan, dan pemeriksaan di tempat tersebut, guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan peralatan atau media yang digunakan untuk pengolahan air minum tidak layak dikonsumsi," katanya.<br /><br />Jika mesinnya pengolahannya sudah memenuhi syarat, tetapi media lainnya seperti galon dan sebagainya tidak sehat, katanya, tentu hasilnya juga tidak layak konsumsi.<br /><br />Apalagi, lanjutnya, biasanya mesin pengolahan air itu jika beban produksinya terlalu banyak, tentu juga akan mempengaruhi saringan (filter) air di pengolahan, sehingga airnya kurang layak dikonsumsi.<br /><br />Selanjutnya, kata Mathius, setelah tim dari Dinkes melakukan survei di lapangan mengenai kelayakan depot beroperasi, hasilnya akan diberitahukan kepada masyarakat beberapa hari kemudian.<br /><br />Jika memang peralatannya dinilai layak, maka Dinkes tentunya akan memberikan izin atau rekomendasi kepada pemohon. Begitupun sebaliknya, jika dinilai tidak layak maka Dinkes juga tidak akan mengeluarkan rekomendasi, kecuali pengelola depo yang bersangkutan bersedia memenuhi standar kelayakan sesuai penilaian Diskes.<br /><br />"Seharusnya kita survei dulu peralatan maupun produknya, jika memenuhi syarat steril, kita akan mengeluarkan rekomendasi," katanya.<br /><br />Mathius juga menjelaskan, bahwa sesuai ketentuan yang diterapkan, Diskes seharusnya melakukan pengecekan dan pemeriksaan kondisi di seluruh depot yang ada, idealnya satu kali sebulan guna mengantisipasi adanya pengelola depo yang tidak memperhatikan standar kesehatan, atau kurang memperhatikan kebersihan media yang digunakan.<br /><br />Apalagi kalau pengelolanya menggunakan air PDAM yang mengandung unsur kimiawi, sehingga menurutnya pemeliharaan kebersihan paralatan dan pengolahan depot air minum harus diperhatikan, supaya produknya tidak merusak kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.<br /><br />Sayangnya, lanjut Mathius, ada beberapa pengusaha depo air minum ini ada yang merasa keberatan jika petugas Diskes melakukan pengecekan, sehingga Mathius mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dan tidak mengonsumsi air kemasan isi ulang di depot-depot yang belum mengantongi izin dari Dinkes. <strong>(das/ant)</strong></p>