Dinsosnaker Landak Minta Pekerja Asing Lapor

oleh

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Landak Kalimantan Barat meminta setiap pekerja asing yang bekerja di perusahaan kelapa sawit di wilayahnya untuk melaporkan diri untuk didata. <p style="text-align: justify;">"Saya mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Landak dan mempekerjakan tenaga kerja asing agar segara melaporkan ke Dissosnaker Landak. Sebab kita sendiri mau mengetahui apa posisi jabatan tenaga asing tersebut di perusahaan," kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnaker Landak Yudhi Kuswara yang dihubungi di Ngabang, Minggu.<br /><br />Menurutnya, dengan banyaknya perusahaan perkebunan yang menanamkan investasinya di Kabupaten Landak, khususnya yang bergerak di perkebunan kelapa sawit, tidak hanya mempekerjakan tenaga kerja yang berasal dari Landak saja, tetapi ada yang berasal daari luar negeri.<br /><br />Ia mengatakan, sementara ini jumlah tenaga kerja asing yang dipakai perusahaan di Kabupaten Landak yang terdata sebanyak 19 orang dan rata-rata berasal dari Malaysia.<br /><br />"Namun masih ada beberapa perusahaan yang tidak pernah menyampaikan laporannya," katanya.<br /><br />Ia menegaskan, seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. PER.02/MEN/III/2008 tentang tata cara penggunaan tenaga asing, disebutkan bahwa tenaga kerja asing tidak boleh menduduki jabatan sebagai manajer personalia. Kalau hal itu tetap dilanggar perusahaan, bisa saja tenaga asing itu dipulangkan ke negara asalnya.<br /><br />"Ini sudah menyalahi aturan ketenagakerjaan. Jadi hal ini harus diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Landak ini," ujar Yudhi.<br /><br />Ia menambahkan, di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI tersebut juga dijelaskan bahwa bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing supaya melaporkan ke instansi yang membidangi ketenagakerjaan. Adapun yang harus dilampirkan yakni foto copy passport, Kitas dan foto copy izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).<br /><br />"Untuk IMTA ini diperpanjang selama tiga tahun sekali. Kalau tenaga kerja asing itu berdomisili di Landak, dia harus membuat perpanjangan IMTA di instansi yang menangani ketenagakerjaan. Tapi kadang-kadang ada perusahaan yang tujuan suratnya ke Polres dan tembusannya ke Dinsosnaker Landak. Itu sudah salah. Seharusnya ke Dinsosnaker Landak dulu dan tembusannya ke Polres," tandas Yudhi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>