Dinsosnaker Landak: Perusahaan Wajib Beri THR Karyawan

oleh
oleh

Perusahaan di Kabupaten Landak seperti perkebunan sawit wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri kepada karyawannya. <p style="text-align: justify;">"Kita akan menyebarkan selebaran kepada pengusaha dan perusahaan agar melakukan pembayaran THR keagamaan," kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnaker Landak Yudhi Kuswara di Ngabang, Jumat.<br /><br />Menurut dia, surat imbauan tersebut ditujukan kepada pimpinan perusahaan, Ketua Serikat Pekerja, ketua Gapeknas, Gapeksindo, ketua Gapensi, manejer hotel, restoran dan bengkel.<br /><br />Ia mengharapkan, dengan isi surat menghendaki pimpinan perusahaan dan pengusaha agar membayar THR kepada mereka-mereka yang bekerja dengannya.<br /><br />"Nah THR ada ketentuan yaitu mereka yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut akan mendapat besaran THR sebesar satu bulan gaji," ujar Yudhi.<br /><br />Sedangkan bagi pekerja yang telah bekerja selama 3 bulan berturut-turut namun tidak sampai 12 bulan maka THR di berikan secara profesional yang dapat di hitung masa kerja dikali 1/12 bulan gaji.<br /><br />"Adapun THR harus dibagikan tujuh hari sebelum hari H perayaan keagamaan dirayakan," tandas Yudhi.<br /><br />Sementara itu, Koordinator Bina Mitra Landak Wilmar Plantation Georgerius Uus mengatakan, lima perusahaan perkebunan sawit dari Wilmar Group yang beroperasi di kabupaten Landak memiliki paling sedikit 7.000 karyawan itu.<br /><br />Perusahaan akan mendistribusikan THR untuk karyawannya pada 18 Agustus atau sekitar dua pekan sebelum lebaran Idul Fitri.<br /><br />"Kita tiap tahun memberikan THR kepada karyawan jauh-jauh hari sebelum lebaran. Agar karyawan bisa memanfaatkan uang THR untuk membantu kebutuhan hari raya," kata Uus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>