Dinsosnakertrans : Kesadaran Perusahaan Laporkan Pembayaran THR Rendah

oleh

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Fadlian Noor menilai kesadaran perusahaan melaporkan pembayaran THR masih rendah. <p style="text-align: justify;">"Dari 270 lembar surat edaran tentang pembayaran THR keagamaan yang sudah kami sampaikan kepada perusahaan perkebunan, pertambangan, pertokoan dan swalayan di Kabupaten Kotim, baru satu perusahaan yang melaporkan pembayaran Tunjang Hari Raya (THR) kepada Dinsosnakertrans," katanya di Sampit, Kamis.<br /><br />Perusahaan yang telah melaporkan pembayaran THR kepada karyawannya tersebut adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit, Kabupaten Kotim.<br /><br />Sementara 269 perusahaan lainnya sampai saat ini masih belum melaporkan pembayaran THR atau tidak ada kejelasan.<br /><br />Sedangkan untuk posko pengaduan pembayaran THR, masih belum ada mendapat laporan.<br /><br />Dinsosnakertrans masih membuka kesempatan bagi tenaga kerja yang mengeluhkan pembayaran THR.<br /><br />Menurut Fadlian, posko tersebut, sudah dibuka sejak tanggal 14 Juli 2014 lalu dengan berkantor pusat di Dinsosnakertrans Kabupaten Kotim.<br /><br />Dia berharap agar tahun ini tidak ada permasaahan dalam pembayaran THR.<br /><br />"Pembayaran THR keagamaan sesuai dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja RI nomor 04/MEN/1994. Peraturan itu ditindaklanjuti lagi dengan surat Bupati Kotim nomor 560.568/849/HI.Kesja/VI/2014 tanggal 23 Juni 2014 tentang pelaksanaan THR Idulfitri 1435 Hijriah dan Natal Tahun 2014," jelasnya.<br /><br />Fadlian menegaskan, tak ada alasan bagi semua pengusaha untuk tidak membayar THR bagi pekerjanya. Apalagi, surat tentang pelaksanaan pembayaran THR sudah disampaikan.<br /><br />"Semuanya sudah diberikan surat Bupati Kotim tentang pembayaran THR. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak melaksanakan. Tentunya, pembayaran disesuaikan masa kerja pekerja," ungkapnya.<strong> (das/ant)</strong></p>