Diperbatasan, Akses Informasi Negara Tetangga Mudah Diterima

oleh

Hingga kini ribuan Desa, terutama diwilayah terpencil diluar Pulau Jawa, belum bisa meninkmati sentuhan media massa baik cetak maupun elektronik, bahkan ada ribuan Desa lainnya belum terjagkau jaringan telepon dan internet. <p style="text-align: justify;">“Namun yang lebih memprihatinkan, diwilayah perbatasan sumber Informasi justru lebih mudah didapatkan   dari luar Negeri sana daripada dari Negeri sendiri,” demikian sambutan Bupati Kapuas Hulu yang disampaikan oleh Ir. H Muhamad Sukri selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, pada acara pembukaan sosialisasi pemberdayaan lembaga komunikasi sosial dalam rangka desa informasi, di Losmen Merpati, Sabtu (15/10/2011). <br /><br />Disampaikan Sukri bahwa kesenjangan informasi tersebut tentu membawa dampak buruk bagi masyarkat setempat, sulitnya mendapatkan informasi di kalangan masyarakat desa terpencil, mmisalnya membuat pengetahuan mereka tentang aktifitas kehidupan baik di tingkat local, regional, nasional maupun internasional  tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lain yang berada diwilayah perkotaan, hal tersebut kata Sukri membuat pola pikir mereka tentang kemajuan dan perbaikan kualitas hidup menjadi lambat. <br /><br />Sementara itu ditambahkan Sukri, bahwa dominasi sumber informasi asing diwilayah perbatasan, dalam jangka panjang daoat menyebabkan menurunnya rasa kebagsaan dan lunturnya kecintaan terhadap NKRI. <br /><br />“Minimnya informasi dari dalam Negeri juga membuat pemahaman mereka tentang penyelenggaraan Negara dan pemerintahan Indonesia sangat sempit, sehingga kemauan dan kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan dan pengelolaan pemerintah rendah,” tuturnya. <br /><br />Tidak hanya itu, berbagai penelitian telah membuktikan minimnya akses informasi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemajuan masyarakat, ditempat-tempat dimana akses Informasi terhambat, perkembangan masyarakat menjadi lambat. <br /><br />“Dinamika sosial, ekonomi, politik dan sektor lainnya mengalami stagnasi, berbanding terbalik dengan pesatnya perkembangan masyarakat diperkotaan. Desa terpencil  dan desa diwilayah perbatasan yang sebagian besar kehidupan masyarakatnya miskin dan terbelakang adalah contoh paling nyata dari dampak kesenjangan informasi ini,” cetusnya. <strong>(phs)</strong></p>