Direktorat Jenderal Pajak Perlu Lakukan Pendekatan Humanis

oleh

Pendekatan humanis jadi kebutuhan bagi Derektorat Jenderal Pajak (DJP) di semua daerah untuk menjaring wajib pajak baru maupun mengejar target penerimaan pajak. Para pengusaha wajib pajak harus dijadikan teman, bukan musuh yang terus diburu. <p style="text-align: justify;">Cara pendekatan yang humanis ini diserukan  anggota Komisi XI DPR RI Ahmadi Noor Supit saat mengikuti pertemuan Tim Komisi XI dengan para mitra Komisi XI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (31/7/2017).<br /><br />"Pemerintah dalam hal ini DJP harus menjadikan para pengusaha teman bukan musuh. Biarkan mereka tumbuh dulu baru kemudian pajaknya dipetik. Bukan baru tumbuh usahanya sudah dikejar pajaknya," kata Supit.<br /><br />Apa yang disampaikan politisi Partai Golkar ini terkait dengan target penerimaan pajak yang selalu meleset. Saat ini, ungkap Supit, banyak pengusaha tak mau lagi menyimpan uangnya di bank, karena prilaku petugas DJP yang tidak bersahabat. "Ekonomi nasional harus terus berjalan. Dan sektor swasta ikut punya andil besar dalam menumbuhkan perekonomian lewat pajak," tegasnya.<br /><br />Politisi dari dapil Kalsel ini mencontohkan, petugas DJP bisa mengajak makan bareng atau melakukan pendekatan yang lebih komunikatif. Ini lebih efisien daripada melakukan pendekatan represif yang pada akhirnya membuat para pengusaha lari dan tak bersimpati lagi pada DJP. (mh/sc)</p>