Direktur RSUD: Pengadaan Obat Terhambat Proses Lelang

oleh

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Soedarso Pontianak Gede Sanjaya mengungkapkan, penyediaan obat untuk Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhambat pada proses administrasi. <p style="text-align: justify;">"Dulu, PT Askes yang memberi obat, sekarang pihak rumah sakit. Tetapi harus ditender lewat APBD," kata Gede Sanjaya saat dihubungi di Pontianak, Minggu.<br /><br />Ia melanjutkan, meski begitu, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) berusaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien.<br /><br />Gede Sanjaya menambahkan, Pemprov Kalbar juga terus mendukung kinerja rumah sakit untuk kelancaran implementasi JKN tersebut.<br /><br />Menurut dia, untuk mendukung pelaksanaan JKN, Pemprov Kalbar membantu anggaran sebesar Rp2,5 miliar.<br /><br />"Dana sebesar itu, untuk dana operasional rumah sakit," katanya.<br /><br />Pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan dengan Gubernur Kalbar Cornelis agar rumah sakit milik Pemprov itu dibantu.<br /><br />"Kalau tidak, bisa tutup. Karena Kementerian Kesehatan tidak bisa membayar utang ke rumah sakit di Indonesia, utangnya senilai Rp1,8 triliun," kata Gede Sanjaya.<br /><br />Ia sepakat, untuk mensukseskan Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), perlu menjadi perhatian semua pihak.<br /><br />Selain itu, dibutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan semua pihak. "Jangan saling menyalahkan, kita mesti sabar. Prinsip saya koordinasi yang baik, sabar selesaikan masalah yang baik," kata Gede Sanjaya. <strong>(das/ant)</strong></p>