Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Muslih mengatakan, air yang diolah dan didistribusikan perusahaannya telah bebas bakteri Escherichia coli. <p style="text-align: justify;">"Kami mengambil contoh dari puluhan air yang diterima konsumen agar mengetahui secara pasti kualitas air dan hasil pemeriksaan laboratorium ternyata air itu bebas kadar bakteri E coli," katanya pada jumpa pers, di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, melalui proses laboratorium, PDAM memeriksa kualitas air yang sampai kepada konsumen sehingga dapat dipastikan baktri E coli tidak terkandung di dalamnya.<br /><br />"Kadar bakteri E coli dalam air PDAM selalu di pantau secara berkkala agar masyarakat bisa merasa tenang karena terbebas dari bakteri yang umumnya berbahaya itu," katanya.<br /><br />PDAM Bandarmasih saat ini memiliki cakupan pelayanan 97 persen penduduk kota, dengan jumlah pelanggan 117.000 sambungan dan kapasitas produksi 1.700 liter per detik.<br /><br />Gambaran secara umum Escherichia coli atau biasa disingkat menjadi E coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif.<br /><br />Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E coli tidak berbahaya, tetapi beberapa seperti E coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia.<br /><br />Bakteri E coli juga ada yang tidak berbahaya sehingga dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah bakteri lain di dalam usus.<br /><br />Namun demikian bakteri E coli yang terdapat di air pada umumnya berbahaya sehingga PDAM Bandarmasih harus melakukan pemurnian kadar E coli dalam air.<br /><br />Dua bulan lalu Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran kepada jajarannya untuk melakukan pemantauan perkembangan penyakit akibat bakteri Escherichia coli (E. coli) yang saat itu melanda beberapa negara di Eropa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














