Disdik Kaltim Persilahkan Daerah Liburkan Sekolah

oleh

Dinas Pendidikan Kalimantan Timur (Disdik Kaltim) mempersilahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim untuk meliburkan sekolah di wilayah mereka jika asap sudah semakin membahayakan kesehatan siswa. <p style="text-align: justify;">"Kami persilahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk meliburkan siswa. Kami tidak mengeluarkan keputusan libur sekolah karena tidak semua wilayah yang terkena dampak kabut asap ini," kata Kepala Disdik Kaltim Musyahrim di Samarinda, Jumat.<br /><br />Menurut dia, pemerintah kabupaten dan kota lebih mengetahui kondisi di daerahnya. Sehingga, pemerintah kabupaten dan kota yang bisa menentukan libur atau tidaknya siswa ke sekolah.<br /><br />"Meskipun ada daerah yang sudah meliburkan siswanya sekolah, saat ini Disdik Kaltim belum mendapat laporan," kata Musyahrim.<br /><br />Namun, Disdik Kaltim tidak mempermasalahkan jika memang kondisinya mengganggu proses belajar mengajar dan mengganggu kesehatan siswa dan guru, katanya.<br /><br />"Saat ini kami belum dapat laporan. Tapi, kami anjurkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk tidak meliburkan siswanya sekolah jika asapnya tidak tebal. Kalau asap tebal, ya silahkan saja diliburkan," katanya.<br /><br />Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, penyebaran asap masih terjadi di seluruh wilayah Kaltim. Namun, hanya lima kabupaten yang terdeteksi adanya titik panas. Kelima kabupaten itu yakni Berau dengan enam titik, Kutai Barat empat titik, Kutai Kartanegara satu titik, Kutai Timur dua titik dan Paser dua titik. Sementara itu, berdasarkan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) BMKG Samarinda untuk kota Samarinda mencapai angka 105 mikrogram permeter kubik. (das/ant)</p>