Disdik Kotabaru Beri Kebijakan Khusus SD Terpencil

oleh

Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, memberikan kebijaksanaan khusus kepada pengelola ujian nasional (UN) sekolah dasar di daerah terpencil, terkait pengembalian lembar jawaban soal ujian tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru H Eko Suryadi Widodo Syahdan MM, Senin, mengatakan, sekolah dasar di daerah itu wajib menyerahkan lembar jawaban soal UN setiap hari.<br /><br />"Tetapi bagi SD-SD di daerah terpencil, bisa menyerahkan lembar jawaban soal UN sekaligus paling lambat satu hari setelah pelaksanaan UN, Kamis," tambah Kasi Pemberdayaan Sekolah dan Kesiswaan Rahmad Budiman.<br /><br />Daerah-daerah terpencil yang diberi kelonggaran waktu penyerahan lembar jawaban UN tersebut, di antaranya SDN di Desa Kerayaan, Kerasiaan, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, dan Maradapan, dan beberapa SDN di Kecamatan Pulau Sembilan.<br /><br />Bahkan, ujar dia sejumlah SDN di Kecamatan Hampang dan wilayah utara seperti di Kecamatan Sungai Durian juga bisa masuk kategori daerah terpencil dan tidak wajib menyerahkan lembar jawaban setiap hari.<br /><br />Sesuai prosedur, bagi penyelenggara UN SD di luar daerah terpencil wajib menyerahkan lembar jawaban setiap hari kepada gugus masing-masing untuk diserahkan kepada Dinas Pendidikan.<br /><br />Setelah terkumpul, lembar jawaban tersebut akan langsung dscanning oleh Dinas Pendidikan.<br /><br />"Dan untuk skor nilainya menjadi tugas Provinsi," jelas dia.<br /><br />Sementara itu, peserta UN SD di Kotabaru berjumlah 5.394 orang. UN SD yang dimulai Senin-Rabu, diselenggarakan oleh 250 SD dan lima Madrasah Ibtidaiyah. Dinas Pendidikan Kotabaru menargetkan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>