Disdik Kotabaru Segera Evaluasi Kinerja Guru

oleh

Dinas Pendidikan Kotabaru, Kalimantan Selatan, segera melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidik di daerah tersebut, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme guru. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pendidikan Eko Suryadi Widodo Syahdan MM, Jumat, mengatakan sudah selayaknya kinerja guru mulai dievaluasi secara rutin, terlebih setelah kesejahteraan mereka mulai ditingkatkan melalui tunjangan sertifikasi dan tunjangan yang lainnya.<br /><br />Menurut Kepala Dinas Pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah masih belum menjamin tenaga pendidik tersebut akan bekerja lebih profesional dan lebih baik dari sebelumnya.<br /><br />Karena, ada indikasi guru mengajar sekedar melepaskan kewajiban, bahkan setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi mereka kembali kurang bersemangat untuk mengajar.<br /><br />Mereka membuka usaha lain yang akhirnya dapat mengganggu aktivitas mengajar di sekolah.<br /><br />Selain itu, banyak ditemukan guru-guru yang sudah lanjut usia dan tidak dapat bekerja dengan maksimal.<br /><br />"Selayaknya guru-guru tersebut ditawari untuk pensiun untuk digantikan dengan guru yang lebih muda dan profesional serta penuh inovasi dalam mengantarkan anak didiknya lebih maju," terangnya.<br /><br />Dia berharap, dengan evaluasi guru tersebut kedepan dapat meningkatkan kinerja para guru, terutama yang benar-benar menjalankan tugas bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban mengajar.<br /><br />"Dan akhirnya, mutu pendidikan di Kotabaru akan lebih baik dari daerah lain," kata Eko.<br /><br />Eko berharap, peningkatan kesejahteraan guru dapat berbanding lurus dengan peningkatan profesional kerja dalam mengajar di sekolah, bukan sebaliknya.<br /><br />Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan juga mewajibkan guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi agar membeli dan melengkapi sarana dan prasarana untuk menunjang proses pendidikan.<br /><br />"Jangan sampai setelah mendapatkan dana sertifikasi, malah berganti-ganti sepeda motor. Hendaknya dana itu untuk membeli ‘laptop’ atau yang lainnya, untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar," pintanya.<br /><br />Salah satu tujuan diberikannya tunjangan sertifikasi, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, agar dapat lebih fokus dan memprioritaskan proses pembelajaran.<br /><br />Jangan sebaliknya, setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi lalu untuk memperbesar rumah atau bahkan digunakan untuk membeli hal-hal yang tidak bermanfaat.<br /><br />Eko mengakui, saat ini banyak guru, khususnya guru yang telah bersertifikat tidak mengutamakan melengkapi sarana untuk menunjang pekerjaan.<br /><br />"Guru-guru kita saat ini banyak keinginan, sehingga gaji yang diterima masih saja tetap kurang, berbeda dengan jaman dahulu," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>