Disdik Kutai Gelar Pelatihan Metode Pengajaran "Cambridge"

oleh

Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali menggelar pelatihan metode pengajaran dan penggunaan buku "Cambridge University Press" bagi para guru SMP dan SMA/SMK di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Program pengembangan pendidikan bahasa Inggris ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemkab Kutai Kartanegara dengan Cambridge University yang ditandatangani pada 6 Mei 2014 di Cambridge, Inggris," kata Kepala Seksi Kejuruan Disdik Kutai Kartanegara Emy Rosana Saleh saat dihubungi di Tengarong, Rabu.<br /><br />Pelatihan yang diikuti 205 guru Bahasa Inggris tingkat SMP dan SMA/SMK tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni sosialisasi dan pelatihan tentang kurikulum Cambridge University Press kepada guru-guru, yang sudah lima kali dilaksanakan sejak 2014, kemudian pembagian buku dan instal aplikasi kurikulim.<br /><br />Emy Rosana menjelaskan pelatihan berlangsung selama dua hari (28-29 Oktober) dengan instruktur dari "The Cultural Exchange and International Education Foundation" (CEIEF) yang menjadi mitra Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara.<br /><br />Dengan menggunakan kurikulum CUP, lanjut Emy, kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris akan lebih menyenangkan dan tidak membosankan, karena guru dan murid lebih banyak berinterakasi, komunikatif serta menggunakan sarana belajar audio visual.<br /><br />"Pemkab menginginkan kurikulum Cambridge ini dimulai sejak semester awal 2016, sehingga persiapannya terus dimatangkan, termasuk kegiatan pelatihan ini," katanya.<br /><br />Kepala Bidang PNFI, PAUD dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Harjerin menambahkan tujuan yang ingin dicapai setelah guru mengikuti pelatihan adalah menguasai program pengetahuan kebahasaan lebih baik dan adanya perubahan yang signifikan pada penguasaan metode pengajaran, kemudian menularkan ilmu yang didapatkan ke sekolah masing-masing.<br /><br />"Dengan begitu, ke depan diharapkan tercipta SDM (sumber daya manusia) Kutai Kartanegara yang unggul dan siap menghadapi pasar bebas ASEAN. Saya harap metode pembelajaran Cambridge dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan semaksimal mungkin," ujar Harjerin. (das/ant)</p>