Disdikpora Kembali Liburkan Sekolah Akibat Asap

oleh

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah kembali meliburkan sekolah yang ada ada di daerah tersebut mengingat kabut asap semakin hari semakin parah. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami terpaksa meliburkan sekolah yang ada di Kota Palangka Raya akibat kabut asap yang semakin pekat hingga tiga hari. Apabila kabut asap setiap hari semakin parah, maka tidak menutup kemungkinan libur sekolah akan kita perpanjang," kata Kepala Disdikpora Palangka Raya, H Norma Hikmah di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Libur sekolah dimulai hari ini sampai Kamis (9/10). Dan itu hasil rapat kesepakatan bersama. Sebelumnya pihak Disdikpora juga pernah meliburkan sekolah pada Jumat (3/10) – Senin (6/10).<br /><br />Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin menambah kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada peserta didik yang ada di Palangka Raya.<br /><br />"Hingga saat ini asap masih pekat dan jarak pandang hanya 50 – 100 meter. Dan kami tidak ingin para peserta didik terjadi apa-apa ketika hendak pulang sekolah," kata mantan BKD Palangka Raya itu.<br /><br />Dia juga meminta kepada seluruh pihak sekolah untuk tidak lupa tetap memberikan tugas atau pekerjaan rumah (PR) bagi siswa-siswi selama waktu libur yang sudah ditetapkan.<br /><br />Selanjutnya, para siswa-siswi juga diminta untuk tidak memanfaatkan waktu libur asap dengan bepergian yang tidak dianggap penting. Dan tidak lupa harus selalu menggunakan masker ketika hendak keluar ruangan atau rumah.<br /><br />Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya, Neni Adriati Lambung mengungkapkan apabila kabut asap masih terjadi terus, maka Disdikpora setempat bisa kembali meliburkan sekolah dengan melihat situasi dan kondisi yang ada.<br /><br />"Saya berharap Disdikpora bisa lebih bijak dalam mengamati situasi akibat pengaruh asap yang terjadi di Kota Palangka Raya yang pengaruhnya bisa ke peserta didik," demikian Nenie Adriati Lambung.<strong> (das/ant)</strong></p>