Disdikpora PPU Fotokopi 547 Soal UN

oleh

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Penajam Paser Utara Kalimantan Timur menggandakan 547 lembar soal matematika untuk peserta SMA/SMK pada Ujian Nasional (UN) 2013 hari pertama, Jumat (19/4). <p style="text-align: justify;">"Penggandaan dengan cara fotokopi ini untuk peserta ujian di 8 SMA yang belum mendapatkan soal sampai pelaksanaan UN," kata Ketua Panitia UN Kabupaten PPU, Esteriani di Penajam, Jumat (19/4).</p> <p style="text-align: justify;">Untuk menggandakan soal, Disdikpora mengerahkan dua mesin fotokopi dan dilakukan sampai pukul 01.00 Wita.</p> <p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, untuk penggandaan soal UN sebanyak 519 untuk SMA dan 28 lembar soal untuk SMK, dilakukan dan disaksikan langsung pengawas independen serta pihak kepolisian.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami pakai dua mesin fotokopi yang ada di Disdikpora. Baru selesai pukul 01.00 Wita," ucapnya.</p> <p style="text-align: justify;">Meskipun sudah selesai hari pertama, namun Esteriani menyatakan, penggandaan soal kembali akan dilakukan untuk UN pada Senin (22/4) mendatang.</p> <p style="text-align: justify;">Karena, menurutnya, belum ada jaminan soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris akan tiba sebelum pelaksanaan UN berlangsung.</p> <p style="text-align: justify;">Mengenai pelaksanaan UN pada hari pertama, Esteriani mengaku tidak mengalami kendala. Bahkan pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya peserta yang tidak mengikuti UN pada hari pertama.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara soal yang digandakan, lanjutnya, kemungkinan ada cara khusus yang digunakan dalam pemeriksaan lembar jawaban.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Esteriani, 161 peserta dari SMA Negeri 8 terpaksa harus menggunakan soal fotokopi. Karena sampai hari pelaksanaan, sekolah ini tidak menerima satu pun soal dari pusat. Namun demikian, pelaksanaan UN di sekolah ini berlangsung sukses dan tidak mengalami kendala.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara sejumlah peserta mengaku, sempat menangis haru saat mengerjakan soal.</p> <p style="text-align: justify;">"Bukan menangis karena tidak bisa menjawab soal, tapi karena selalu ditunda. Mungkin juga karena mental kami turun setelah beberapa kali penundaan, tapi akhirnya ujian jadi juga," tutur Anisa, siswa SMA Negeri 8.</p> <p style="text-align: justify;">Meskipun menggunakan soal fotokopi, namun bagi Anisa tidak menjadi masalah.</p> <p style="text-align: justify;">Ia hanya berharap jangan sampai lembar jawaban mereka tidak bisa dibaca komputer saat dilakukan pemeriksaan. Karena bila itu terjadi, maka jelas akan merugikan peserta UN.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, salah seorang peserta dari SMK Pelita Gamma terpaksa harus mengikuti ujian susulan. Ujian susulan dilaksanakan, karena yang bersangkutan terlambat setelah pulang ke rumahnya di Babulu, lebih kurang 40 km selatan Penajam.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala SMK Pelita Gamma, Imam Raharjo menceritakan, siswa bernama Enggang dari jurusan otomotif itu terpaksa mengikuti ujian susulan walaupun tetap pada hari yang sama.</p> <p style="text-align: justify;">"Enggang ini pulang ke Babulu karena mengira ujian akan dilaksanakan Senin. Ia baru tahu ujian dilaksanakan Jumat pagi. Atas kebijakan Kepala Dinas, maka yang bersangkutan tetap ikuti ujian Jumat, yaitu setelah peserta lain selesai ujian. Kami berikan waktu 2 jam untuk mengerjakan soal," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>