Disdukcapil Kutai Kartanegara Raih Sertifikat ISO-9001

oleh

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008 dari badan sertifikasi dunia European Quality Assurance (EQA). <p style="text-align: justify;">Kepala Disdukcapil Kutai Kartanegara Getsmani Zeth di Tenggarong, Kamis, menyatakan bangga dan berterima kasih kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras dan tidak kenal lelah, sehingga instansinya mendapatkan standar internasional tentang sistem manajemen mutu.<br /><br />"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah berperan aktif dan telah berkomitmen untuk meraih ISO ini. Secara khusus, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pak Iman Mujib Ahmad selaku konsultan dari PT Bahana Cerdas Hati Jakarta dan badan sertifikasi EQA," ujarnya.<br /><br />Kepastian Disdukcapil Kutai Kartanegara meraih sertifikat ISO itu, disampaikan Auditor Badan Sertifikasi Manajemen Mutu Ivar Kusradi saat melaporkan hasil audit eksternal yang dilakukan selama dua hari pada 23-24 Maret 2015.<br /><br />"Audit yang kami lakukan menemukan hasil major dan hanya menemukan tiga hasil minor, serta sembilan observasi, maka saya rekomendasikan bahwa Disdukcapil Kutai Kartanegara berhak memperoleh Sertifikat ISO 9001 versi 2008," kata Ivar Kusradi.<br /><br />Menurut ia, Disdukcapil Kutai Kartanegara layak memperoleh sertifikat ISO, karena sistem manajemen yang diterapkan sudah berjalan dengan baik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).<br /><br />Selain aspek manajemen, adanya semangat dan kemauan yang besar seluruh pegawai agar pelayanan kepada warga semakin baik, mudah, lebih cepat dan memuaskan.<br /><br />Sertifikat ISO itu, tambah Ivar, akan dikirimkan ke Kutai Kartanegara pada April 2015 dan masa berlakunya selama tiga tahun.<br /><br />"Tiap akhir tahun akan dilakukan audit berkala untuk melihat sejauh mana perkembangan penerapan manajemen mutu ISO ini dilakukan. Apakah terjadi peningkatan, stagnan atau mengalami penurunan dalam pelayanan kepada masyarakat," katanya.<br /><br />Pendampingan yang dilakukan pihak konsultan dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO tersebut berlangsung selama enam bulan dimulai awal Oktober 2014. Pada pendampingan itu berhasil diterbitkan 43 SOP untuk empat bidang dan ditambah sekretariat .<br /><br />Selain SOP, berhasil pula ditetapkan 10 butir sasaran mutu diantaranya pencapaian kepuasan pelanggan 95 persen, tanggapan keluhan pelanggan selama kerja, 40 perjanjian kerja sama, serapan anggaran 100 persen dan lain-lain. (das/ant)</p>