Dishub Berikan Swasta Peluang Buka Trayek Angkutan

oleh
oleh

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, Zaini Umar, mengatakan pihaknya membuka peluang selebar-lebarnya kepada swasta untuk membuka trayek pengakutan transportasi di kabupaten tersebut. <p style="text-align: justify;">"Penawaran ini demi meningkatkan kualitas jasa angkutan murah, memadai dan terjangkau warga karena daerah kita jauh dan terpisahkan air. Untuk menghubungkannya harus ada jalur alternatif jalan darat," katanya di Sungai Raya, Kamis.<br /><br />Ia menuturkan, tawaran jasa angkutan murah demi melihat efektivitas Kubu Raya yang sudah cukup tinggi. Masyarakat bergerak cepat membangun dan melakukan pembenahan daerah termuda di Kalbar itu, sehingga harus saling bergerak cepat.<br /><br />Pasalnya jika hanya mengandalkan dana pemerintah tentunya tidak mencukupi. "Kalau dibebankan kepada pemerintah biayanya terlalu tinggi. Belum lagi biaya operasional, ada bijaknya tawarkan ke pihak swasta," tuturnya.<br /><br />Ia menambahkan kenapa Dishub merancang tawaran angkutan murah terutama jalur sungai ke pihak swasta, karena ketersediaan angkutan yang ada sekarang masih belum banyak.<br /><br />Oleh karena itu, harus ada gebrakan agar jasa angkutan bisa terakomodir, terutama masyarakat terpencil.<br /><br />Dishub Kubu Raya sendiri terus merancang dan memberikan motivasi kepada jasa angkutan untuk terus lebih baik memberikan pelayanan kepada masyarakat.<br /><br />"Dan itu tekad kita dalam memelopori jasa angkutan memadai, murah, aman dan nyaman," kata Zaini.<br /><br />Dia mengatakan, Dishub Kubu Raya sebelumnya sudah melakukan penataan trayek-trayek dan perizinan lama atas nama Kabupaten Pontianak (Mempawah) yang masih digunakan pelaku usaha angkutan di kabupaten itu.<br /><br />"Kita telah menyesuaikan dengan Kabupaten Kubu Raya, makanya nama-nama perizinan dan nama trayek angkutan juga berubah," katanya.<br /><br />Menurutnya dalam penataan tersebut, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pengusaha jasa angkutan. Itu supaya mereka tidak terkejut karena penataan juga demi kebaikan bersama.<br /><br />"Jadi, kita bisa atur angkutan memadai yang layak dinikmati konsumen," tuturnya.<br /><br />Penataan trayek-trayek dan perizinan masih beroperasi. Namun sebelum dilakukan, pihaknya segera melakukan persiapan secara matang. Tidak boleh ada kesalahpahaman antara Dishub dan pengusaha jasa angkutan.<br /><br />"Hal itu kita lakukan untuk kebaikan bersama," ujarnya.<br /><br />Ia menerangkan jasa angkutan yang akan ditata lebih baik lagi atau diputihkan mungkin termasuk kendaraan seperti mini bus, opelet atau pun taksi. "Itupun dengan syarat kendaraan tersebut jalur trayek dan perizinannya diterbitkan Kabupaten Pontianak (Mempawah)," kata Zaini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>