Dishubkominfo Pantau Keberadaan TV Kabel di Melawi

oleh

Keberadaan TV kabel di Melawi saat ini sudah mulai banyak. Untuk memantau siaran yang tidak diinginkan dan melanggar aturan, pihak Dishubkominfo Melawi terus melakukan pemantauan. Hal itu disampaikan Kasi Sarana Komunikasi Desiminasi Informatika (SKDI), Ernawati. <p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan rutin terhadap keberadaan TV Kabel, terlebih dalam upaya mengurangi dampak negatif baik, kekerasan fisik maupun bahaya konten pornografi. <br /><br />“Sama dengan pengawasan warnet, pengawasan tv kabel juga kita lakukan sesuai jadwal,” Katanya ditemui di ruangan kerjanya belum lama ini. <br /><br />Dia mengatakan memanng secara adiministratif keberadaa layanan TV Kabel sudah ada.  Pihaknya sebatas memberikan ijin rekomendasi, sementara terkait ijin penyiaran diberikan Komisi Penyiaran Indonesia  (KPID).<br /><br />“Untuk ijin yang lain mungkin instansi terkait yang lebih paham karena ini sifatanya bisnis atau usaha,”  ungkapnya. <br /><br />Sejauh ini terdapa empat penyedia yang diberikann ijin rekomendasi, tiga di Nanga Pinoh dan satu di Kota Baru. <br /><br />Saat ini terdapat ribuan warga yang berlangganan TV kabel. Dia menjelaskan memang, pengawasan terutama konten perlu dilakukan, apalagi yang sifatnya kekerasan dan pornografi rentan dikonsumsi secara bebas,terutama oleh anak-anak dan remaja. <br /><br />“Sebelum era internet siaran TV juga sudah mulai memberikan dampak bagi perubahan sikap da perilaku remaja. Apalagi setelah munculnya internet maupun game online,” ungkapnya.  <br /><br />Dia mengatakan dalam upaya kontrol ini, tentu pihaknya mngakui belum dapat maksimal. Maka perlu kerja sama masyarakat maupun orang tua untuk proaktif. Termasuk instansi terkait, guna menyikapi bila mana terdapat tontonan, siaran yang bisa memberikan dampak negatif bagi anak-anak. Termasuklah warnet hingga hand phone yang dimiliki anak. (KN)</p>