Dishubkominfo Pontianak Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran

oleh

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak mengantisipasi lonjakan pemudik bagi umat Muslim yang akan merayakan Lebaran di kampung halamannya, terutama kawasan pantai utara dengan mengambil atau mengalihkan trayek kosong. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami akan mengambil atau mengalihkan trayek bus yang kosong, misalnya trayek Bengkayang atau Landak, untuk mengangkut penumpang tujuan pantai utara Kalimantan Barat, yakni tujuan Kota Singkawang, Pemangkat dan Kota Sambas," kata Kepala Terminal Batu Layang Pontianak, Burhan di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan pola pengalihan trayek tersebut sudah beberapa kali dilakukan dalam mengantisipasi melonjaknya penumpang yang akan mudik atau balik Lebaran di Kalbar.<br /><br />"Selain itu, kami bisa juga meminta kepada pemilik bus atau sopir bus jurusan pantura Kalbar yang cepat sampai ke Kota Pontianak untuk kembali lagi melayani penumpang tujuan pantura," ungkapnya.<br /><br />Burhan menambahkan pihaknya selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan mudik atau balik Lebaran, seperti tahun-tahun sebelumnya.<br /><br />Ia menyatakan sesuai arahan Kementerian Perhubungan angkutan lebaran dimulai H-15 Lebaran atau tanggal 2 Juli 2015, dan itu juga berlaku di daerah-daerah termasuk di Terminal Batu Layang atau terminal antar kabupaten/kota di Kalbar.<br /><br />Data Terminal Batu Layang, mencatat bus yang melayani jurusan pantura Kalbar sebanyak 35 unit bus, kemudian ke Landak sebanyak 10 unit, Bengkayang enam unit, sementara jurusan Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dilayani oleh bus besar yang dimiliki Damri dan bus milik swasta yang melewati Terminal Bus Internasional Sungai Ambawang.<br /><br />Burhan memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini, yang melewati Terminal Batu Layang Pontianak, yakni H-2 atau tanggal 15 Juli 2015.<br /><br />"Kalau dibanding hari biasanya ada peningkatan penumpang sekitar lima hingga 10 persen. Sebagian besar pemudik biasanya lebih cenderung menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halamannya, baik menggunakan kendaraan roda empat maupun dua," ungkapnya. (das/ant)</p>