Dishut Kalteng Bantu Pohon Jelutung Untuk Mahasiswa

oleh
oleh

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memberi bantuan 50 pohon kayu jelutung dan 75 pohon kerang besi untuk Kuliah Kerja Nyata Mahasiwa (KKNM) Universitas Palangka Raya (Unpar). <p style="text-align: justify;">Ketua KKNM Unpar kelompok Bukit Tunggal III Kota Palangka Raya, Wendi, Minggu, mengatakan, bantuan sebanyak 125 pohon tersebut akan ditanam sebagai wujud nyata mahasiswa dalam membantu pemerintah daerah dalam upaya penghijauan.<br /><br />"Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik peserta KKNM Unpar, terbukti kami diberikan bantuan berupa bibit pohon. Penyerahan pohon itu pada 25 Juli lalu," katanya.<br /><br />Menurut dia, peran serta mahasiswa dalam pembangunan cukup strategis, karena mahasiswa KKNM hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat.<br /><br />"Dengan demikian akan menumbuhkan sifat profesionalisme dan bertanggung jawab terhadap kemajuan," katanya.<br /><br />Selain itu, sebut dia, KKNM merupakan sarana mengimplementasikan dengan nyata penerapan IPTEKS.<br /><br />Tujuan kegiatan adalah menumbuhkan pola pikir mahasiswa dalam mengidentifikasi suatu masalah dan memecahkannya dengan mengedepankan intelektual dan rasa kebersamaan.<br /><br />Wendi berharap, pemerintah provinsi Kalteng dan kota Palangka Raya terus mendukung program kerja K2NM sedang berjalan, sehingga secara tidak langsung turut serta menyukseskan kegiatan yang ada.<br /><br />Selain itu, ia juga menyarankan kepada pemerintah Kota Palangka Raya agar berbenah, terutama segi kebersihan, sebab bila melihat ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS), sampah masih berserakan dan tidak enak dipandang mata.<br /><br />"Agar lebih indah bak sampah sebaiknya menggunakan tong secara khusus yang berfunsi ganda, yaitu satu tong untuk sampah basah dan sampah kering. Untuk tong sampah itu sebaiknya diletakkan dalam komplek agar tidak kumuh dan kotor," jelasnya.<br /><br />Dalam upaya kebersihan, Pemerintah Kota Palangka Raya bisa lebih tegas dengan membuat rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang larangan bagi masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah tidak pada tempatnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>