Diskanla Sumut Pamerkan Ikan Kemasan Di Penas

oleh

Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumatera Utara memamerkan produk kemasan ikan dan berbagai hasil laut pada Pekan Nasional (Penas) XIII Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">"Kita tampilkan hampir semuanya hasil produksi perikanan rakyat," kata Kepala UPT Balai Budi Daya Ikan Diskanla Sumut Ikan Horas Manik Gurning di Tenggarong, Senin.<br /><br />Dalam Penas XIII, Diskanla Sumut memamerkan sejumlah produk ikan kemasan seperti ikan kering dan sambal ikan pora-pora produksi masyarakat di kawasan Danau Toba, serta teri putih, kerupuk kepiting, dan kerupuk sotong produksi Kelompok Usaha Bersama "Wanita Nelayan Kerapu" Belawan.<br /><br />Kemudian, ikan malong kering dan ikan hiu kering khas Sibolga, ikan lidah asin, ikan belah asin, ikan pari asin, lele asap, kerupuk ikan dan abon ikan "Sejati" dari Serdang Bedagai.<br /><br />Demikian juga dengan kerupuk ikan Danau Toba yang merupakan oleh-oleh khas dari kawasan Tongging.<br /><br />Gurning mengatakan, jumlah produksi ikan kemasan di Sumut cukup banyak karena hampir seluruh kabupaten/kota memiliki tempat pengolahan ikan.<br /><br />Tempat pengolahan itu semakin banyak di daerah yang berada di pinggiran laut seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Tapanuli Tengah, Batubara, Kota Medan, Tanjung Balai, dan Sibolga.<br /><br />Umumnya, kegiatan produksi ikan kemasan itu adalah kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi binaan Dinas Koperasi.<br /><br />"Di satu daerah saja minimal ada 70 unit budi daya," katanya.<br /><br />Dengan banyaknya lokasi budi daya ikan tersebut, pihaknya belum pernah menemukan keluhan dari berbagai UKM atas ketersediaan ikan dan hasil perikanan lainya.<br /><br />"Stok untuk UKM tidak ada masalah. Hanya industri besar saja yang terkadang kurang stok," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, besarnya jumlah produksi ikan kemasan itu dapat dilihat dari kebutuhan bibit dan induk ikan yang dibutuhkan masyarakat.<br /><br />Khusus untuk ikan tawar saja mencapai 38 juta ekor yang dipasok Balai Budi Daya Ikan, berbagai Unit Pembina Rakyat (UPR), dan dan kalangan swsta yang tergabung dalam Hacery Skala Rumah Tangga (HSRT).<br /><br />Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, pihaknya berupaya menghasilkan bibit yang berasal dari perkawinan sejumlah jenis ikan di Sumut dengan habitat dari daerah lain.<br /><br />Selain untuk memperbanyak ketersediaan ikan di Sumut, perkawinan silang itu juga dimaksudkan agar bibit yang dihasilkan semakin menarik dan merupakan unggulan.<br /><br />"Langkah itu untuk merealisasikan target Sumut untuk produsen terbesar budi daya ikan di tanah air pada tahun 2015," kata Gurning didampingi Kepala Seksi Pascapanen Diskanla Sumut Dyah Ratnawati Kumalaningsih. <strong>(das/ant)</strong></p>