Disperidagkop: Waspadai Rentenir Berkedok Koperasi

oleh

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah meminta kepada warga waspada praktik-praktik kegiatan rentenir dengan membawa nama lembaga koperasi. <p style="text-align: justify;"><br />"Kita mengimbau agar warga memakai jasa rentenir berkedok koperasi yang memberikan pinjaman dengan bunga relatif tinggi," kata Kepala Disperindagkop UMKM Seruyan Laosma Purba di Kuala Pembuang, Jumat.<br /><br />Ia pun menyayangkan, praktik rentenir yang kebanyakan mengatasnamakan koperasi simpan pinjam telah mencoreng nama koperasi yang didirikan dengan tujuan untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.<br /><br />"Karena praktik rentenir, nama koperasi menjadi tercoreng, padahal tujuan didirikannya koperasi ini salah satunya untuk mensejahterakan anggotanya, bukan malah mempersulit seperti kegiatan rentenir," katanya.<br /><br />Ia mengungkapkan, Disperindagkop sudah melakukan penelusuran awal terkait kegiatan rentenir yang mengatasnamakan koperasi simpan pinjam, namun ternyata koperasi yang disebut-sebut melakukan praktik rentenir tidak mempunyai akta pendirian koperasi.<br /><br />"Setelah kita telusuri ternyata mereka bukan koperasi, hanya saja mengatasnamakan koperasi, akan tetapi karena masyarakat banyak yang tidak mengetahui apa itu koperasi akhirnya menjadi tertipu," katanya.<br /><br />Meski demikian, ia menambahkan, setelah dipelajari ternyata nasabah dari rentenir adalah mereka yang tidak memenuhi syarat untuk memperoleh pinjaman pada koperasi yang sebenarnya.<br /><br />"Mereka yang sudah mencoba mendapatkan pinjaman ke berbagai koperasi namun tidak dapat juga, akhirnya pinjam ke rentenir," katanya.<br /><br />Selain itu, untuk mengantisipasi munculnya aktivitas renternir pada koperasi simpan pinjam, Disperindagkop sudah mengirimkan surat kepada koperasi agar menerapkan bagi hasil sesuai dengan bunga yang disarankan, yakni tidak lebih dari tiga persen.<br /><br />"Dalam praktiknya, koperasi menerapkan bagi hasil tidak lebih dari tiga persen. Jadi kalau ada yang melebihi bunganya tiga persen itu patut dicurigai. Sselain itu, bagi hasil dalam koperasi tidak boleh ditentukan secara sepihak, melainkan harus berdasarkan pada musyawarah dengan anggota koperasi," katanya. (das/ant)<br /><br />Polsek Satui Kembali Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana  <br />Banjarmasin, 20/3 (Antara) – Kepolisian Sektor Satui Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel, kembali mengungkap satu perkara kasus pembunuhan berencana dengan cara meracun korbannya.<br /><br />"Sebelumnya kami telah ungkap kasus pembunuhan berencana terhadap teman sendiri, dan saat ini kami ungkap kembali kasus pembunuhan berencana dengan cara meracun korbannya," tutur Kapolsek Satui Iptu Pol Denny Catur di Satui, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, pelaku yang telah ditangkap itu telah dua kali melakukan pembunuhan berencana di wilayah Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.<br /><br />Pembunuhan pertama dilakukan pada tanggal 2 Februari 2015 dengan korban M Zaini warga jalan Karya Bersama gang Burung Rt 19 Desa Sungai Danau Kecamatan Satui.<br /><br />Lanjutnya, untuk pembunuhan kedua pelaku berinisial JS warga Desa Shabah Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin Kalsel, membunuh korbannya yang juga temannya sendiri bernama Haris Purnomo pada Jumat (13/3) di kawasan Jalan Provinisi Km 170 tepatnya di Desa Satui Barat Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.<br /><br />Kedua korban itu dibunuh pelaku dengan cara merancun para korban untuk diajak minum-minuman keras yang sudah dioplos dengan alkohol 95 persen, autan anti nyamuk dan obat nyamuk bakar vafe yang ditumbuk dan dimasukan ke dalam minuman tersebut.<br /><br />"Kedua korban dibunuh oleh satu pelaku JS dan keduanya tewas dengan cara meminum-minuman yang sudah dioplos pelaku," ujar pria yang pernah menjabat sabagai Kanit Jatanras Polresta Banjarmasin itu.<br /><br />Saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan di Polsek Satui. Di mana pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Tapin tepatnya di rumah kakak pelaku di desa Shabah pada Senin (16/3) malam sekitar pukul 18.30 Wita.<br /><br />Hasil dari pemeriksaan penyidik diketahui pelaku melakukan pembunuhan berencana terhadap dua korban itu hanya ingin memiliki sepeda motor sendiri.<br /><br />"Pelaku hanya ingin memilik sepeda motor sehingga kedua korban dibunuh dan sepeda motornya diambil untuk dipakai sendiri oleh pelaku," kata perwira muda itu.<br /><br />Atas perbuat pelaku JS yang dibilang sadis itu polisi menjerat pelaku dengan pasal 340 jo 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diancam hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. (das/ant)</p>