Disperindag Barito Utara Pantau Harga Sembako

oleh
oleh

Sejumlah petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Pasar Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional guna memantau perkembangan harga sembilan bahan pokok awal bulan Ramadhan 1432 hijriah. <p style="text-align: justify;">"Dari hasil pantauan perkembangan harga kebutuhan pokok awal puasa (Ramadhan) ini, ada sejumlah barang mengalami kenaikan, ketersediaan barang kebutuhan pokok di daerah ini cukup," kata Kepala Disperindag dan Pasar Barito Utara, Asran, di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut Asran, sejumlah barang yang naik, diantaranya beras Jawa seperti rojolele dan lain-lainnya mengalami kenaikan signifikan.<br /><br />Harga minyak goreng naik bervariasi antara Rp1.000 – Rp3.000 per liter dari harga Rp12.000 menjadi Rp15.000 per liter, harga ayam kampung (bukan ras) juga naik dari Rp54.000 per kilogram menjadi Rp58.000 per kg dan telur itik per butir naik dari Rp1.600 menjadi Rp1.800.<br /><br />Meski ada sejumlah barang naik, kata dia, namun persediaan sembilan bahan pokok (sembako) mencukupi untuk kebutuhan warga selama menghadapi bulan Ramadhan.<br /><br />"Persediaan sembako mencukupi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," katanya.<br /><br />Asran mengatakan, apabila ada lonjakan harga yang sangat cepat, Pemkab Barito Utara segera mengambil langkah dengan melaksanakan pasar rakyat pada pertengahan Agustus 2011 dilaksanakan di enam kecamatan di daerah ini.<br /><br />"Jadi kita sudah mengantisipasi kalau ada kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan puasa hingga hari raya," katanya.<br /><br />Pemkab Barito Utara juga memberikan imbauan kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga barang yang dapat membuat warga resah.<br /><br />Pihaknya, katanya, selalu memantau dan imbauan kepada para pedagang untuk tidak menimbun barang yang dapat memicu menaikkan harga barang dalam menghadapi bulan puasa dan lebaran "Kami juga dalam waktu dekat akan melakukan razia barang yang kadaluarsa di sejumlah pasar dan toko," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>