Disperindagkop dan UKM Pedang Tidak Tempati Lapak akan Cabut Ijinnya

oleh

Dinas Perindustrian, Perdagangan Koprasi dan UKM Kabupaten Sintang berjanji akan bertindak tegas terhadap para pedagang korban kebakaran yang tidak menempati lapak sementara yang telah di bangun pemerintah terutama di kawasan alun-alun depan Kantor Bupati Sintang. <p style="text-align: justify;">Kadisperindagkop UKM Kabupaten Sintang H. Sudirman mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan dengan menyurati pedagang yang telah memegang nomor undian lapak namun tidak menempatinya.<br /> <br />“ Kita akan surati sebanyak tiga kali pada mereka bila tidak ada konfirmasi maka akan segera di cabut haknya menempati lapak termasuk pasar yang akan di bangun.” Kata Sudirman seusai mengikuti Rapat Paripurna RAPBD Kabupaten Sintang tahun 2014 di gedung DPRD Sintang, Jum’at (15/11/2013)<br /> <br />Disperindag akan menanyakan dahulu apa penyebabnya tidak menempati lapak sementara tersebut, bila jawabanya tidak memiliki alasan kuat Disperindag akan mencabut hak mereka, termasuk Hak menempati bangunan pasar baru dilokasi eks kebakaran yang mulai di bangun tahun depan. <br /> <br />Langkah tegas Pemerintah ini juga di tunggu oleh para pedagang yang sudah menempati Lapak, Ajo Pedagang yang telah menempati Lapak  mengatakan dulu pihak Disperindagkop pernah berjanji akan memberikan petak kepada  yang benar-benar serius berdagang. Dan, bila tidak serius maka kepemilikan petak akan dicabut.Ternyata janji itu hanya omong kosong.<br /><br />Menurut Ajo sampai sekarang tidak ada tindakan tegas seperti yang pernah dijanjikan pihak Disperindagkop dan UKM. Masih banyak petak kosong dan dibiarkan terlantar begitu saja. Padahal, bila petak-petak itu dipergunakan sebagai mana mestinya, pasar menjadi ramai, sehingga menjadi daya tarik pengunjung.<br /><br />"Kalau yang jualan hanya beberapa petak saja, itu bukan pasar. Macam mana kami bisa bertahan kalau sepi pengunjung," kata dia.<br /><br />Diyakininya bila semua petak difungsikan maka suasana pasar menjadi ramai. Pengunjung tidak perlu khawatir terhadap barang yang ingin dibeli. Dipastikan semua tersedia.<br /><br />"Kalau sekarang macam mana pengunjung mau datang, yang jualan hanya beberapa orang, tidak banyak pilihan," ujarnya.<br /><br />Ada puluhan petak belum difungsikan. Ia berharap pihak Disperindagkop dan UKM bersikap tegas. Bila pedagang lama tidak berminat mengisi petak kosong, lebih baik diberikan kepada orang lain.<strong> (das/Th)</strong></p>