Home / Tak Berkategori

Disperindagkop Nunukan: Rp1,8 Miliar Untuk Rehab Pasar

- Jurnalis

Rabu, 10 April 2013 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan, Kaltim, merencanakan dana alokasi khusus sebesar Rp1,8 miliar akan dimanfaatkan merehabilitasi sejumlah pasar tradisional di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Dana DAK (2013) itu akan kita gunakan memperbaiki sejumlah pasar di Nunukan," ujar Kepada Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan Hj Marnyalla Djollo, Rabu.</p> <p style="text-align: justify;">Sebenarnya dana tersebut akan digunakan untuk membangun kios dan lapak tambahan di Pasar Pujasera namun batal karena pedagang tidak bersedia lagi menunggu, katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, lanjut Hj Marnyalla, dana itu dialihkan untuk merehabilitasi sejumlah pasar tradisonal dan lapak-lapak pedagang musiman seperti di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Kecamatan Krayan dan lain-lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">"Hanya saja, dana tersebut telah berkurang karena digunakan untuk biaya pemasangan lampu di Pasar Pujasera sebesar Rp200 juta selebihnya akan dimanfaatkan untuk merehabilitasi pasar-pasar rakyat nantinya," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Hj Marnyalla mengungkapkan pernah juga memikirkan akan menggunakan dana tersebut untuk merehabilitasi Pasar Inhutani tetapi terkendala soal lokasinya yang nmasih menjadi milik sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.</p> <p style="text-align: justify;">Anggaran DAK 2013 yang tersisa ini tetap akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk merehabilitasi pasar-pasar dengan ketentuan status lahannya jelas atau tidak bermasalah, ujar dia.</p> <p style="text-align: justify;">"Banyak pasar-pasar rakyat yang akan dibiayai dengan menggunakan anggaran DAK tersebut. Hanya saja masih mencari pasar yang lahannya jelas dan tidak bermasalah," kata Hj Marnyalla.</p> <p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa sebelumnya pernah juga merencanakan membangun Pasar Mamolo dengan menggunakan DAK itu, ternyata lahan yang ditempati saat ini merupakan pinjam pakai saja dari warga akhirnya dibatalkan.</p> <p style="text-align: justify;">"Yang pastinya, anggaran DAK 2013 yang masih tersisa sekitar Rp1,6 miliar masih utuh dan belum dipergunakan. Kita akan tetap pakai untuk memperbaiki pasar-pasar rakyat yang status lahannya jelas (tidak bermasalah)," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gubernur Kalbar Dukung 1.000 Persen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya
Masyarakat Kawasan Timur Kalbar Harap Presiden Buka Moratorium Terbatas Bagi Kalbar
Milton Crosby Beberkan Jalan Panjang Usulan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya
Peduli KUA, Pemprov Kaltara Raih Penghargaan Anugerah Layanan KUA 2025
Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025
Wagub Audiensi Wamenaker RI Bahas Percepatan Pembangunan BLK di Kaltara
Pemkab Malinau Gelar Safari Natal
Mediasi Sengketa Lahan di Sintang, TKP3K Putuskan Verifikasi Ulang Lahan PT SHP dan Masyarakat Serawai

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:52 WIB

Gubernur Kalbar Dukung 1.000 Persen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:48 WIB

Masyarakat Kawasan Timur Kalbar Harap Presiden Buka Moratorium Terbatas Bagi Kalbar

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:46 WIB

Milton Crosby Beberkan Jalan Panjang Usulan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:08 WIB

Peduli KUA, Pemprov Kaltara Raih Penghargaan Anugerah Layanan KUA 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:13 WIB

Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025

Berita Terbaru