Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar festival teater modern sebagai salah upaya untuk melestarikan budaya lokal. <p style="text-align: justify;">"Festifal teater diikuti oleh siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang terbagi menjadi beberapa group," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Disporabudpar Kabupaten Kotabaru Muhammad Yamin di Kotabaru, Senin.<br /><br />Festival teater modern itu hasil kolaborasi budaya lokal yang dikemas dengan "bumbu-bumbu" teater yang menggambarkan zaman modern.<br /><br />Tujuannya, katanya, agar budaya yang lebih mengedepankan kearifan lokal tidak ditinggalkan dan masih tetap dicintai oleh genarasi muda saat ini yang hidup di zaman modernisasi.<br /><br />Dia menjelaskan untuk kelompok peserta dari tingkat SD dibagi menjadi empat grup, SMP enam grup, dan SMA sembilan grup. Setiap grup beranggotakan 10-24 pelajar.<br /><br />Juri festival teater modern tersebut, lima orang. Mereka menilai para peserta teater yang berasal dari Banjarmasin dan tiga orang berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu.<br /><br />"Beberapa macam kisah judul yang diperankan dalam teater modern, mulai kisah Malin Kundang, Bawang Merah, dan Bawang Putih," katanya.<br /><br />Selain upaya melestarikan budaya lokal, festival teater modern juga untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 2013.<br /><br />"Dimana tingkat pendidikan di Indonesia dinilai masih kurang, banyak masih anak-anak yang tidak sekolah dikarenakan beberapa faktor mulai lingkungan sampai pergaulan," katanya.<br /><br />Ia mengharapkan kegiatan seperti itu bisa mengembangkan kecintaan siswa terhadap pendidikan dan kebudayaan.<br /><br />"Dan kita tetap bisa menjaga dan terus melestarikan budaya Indonesia," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>


















