Dissosnaker Bontang Latih Gakin Menjahit

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang berupaya mendorong keluarga miskin memiliki ketrampilan untuk mendapatkan penghasilan dengan mengelar pelatihan menjahit bagi 15 anggota keluarga miskin. <p style="text-align: justify;">"Ini tahun ketiga pelatihan menjahit bagi keluarga miskin (Gakin), pertama 2009 sebanyak 30 orang, 2010 sebanyak 15 orang dan tahun ini 15 orang," kata Kabid Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Mursyid, di Bontang, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan Peraturan Menteri Sosial RI No 129/HUK/2008 tentang standar pelayanan minimal (SPM) bidang sosial daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota mewajibkan kepada daerah untuk menyelenggarakan pelayanan dasar penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).<br /><br />"SPM tersebut mengatur ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar bidang sosial yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial secara minimal," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam indikator skala pelaksanaan pemberdayaan maka prosentase pemberdayaan minimal 80 persen dari jumlah keluarga miskin sesuai target pencapaian Millenium Development Goal’s 2008-2015.<br /><br />Data penduduk miskin Bontang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang sebanyak 8.357 KK.<br /><br />Ia menjelaskan, kegiatan pemberdayaan ini menggandeng PKK Kota Bontang, dengan instruktur menjahit Lena Rahman dan Eko. Pelatihan digelar di Gedung PKK Kota Bontang dengan peserta berasal dari 15 kelurahan di Bontang.<br /><br />"Dengan waktu pelatihan yang hanya empat hari, kami langsung akan ajarkan pola baju dan rok, lengan, model-model baju dan rok, atau dasar baju dan rok," terang Lena Rahman.<br /><br />Ia mengatakan, pesimis semua peserta bisa mempraktekkan menjahit dengan sempurna karena waktu pelatihan yang hanya empat hari.<br /><br />Menurut Lena, pihaknya telah mengusulkan ke tim pelaksana teknis kegiatan agar memperhatikan waktu pelatihan menjahit minimal 1-3 bulan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>