Home / Tak Berkategori

Dissosnaker Bontang Latih Gakin Menjahit

- Jurnalis

Kamis, 21 Juli 2011 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang berupaya mendorong keluarga miskin memiliki ketrampilan untuk mendapatkan penghasilan dengan mengelar pelatihan menjahit bagi 15 anggota keluarga miskin. <p style="text-align: justify;">"Ini tahun ketiga pelatihan menjahit bagi keluarga miskin (Gakin), pertama 2009 sebanyak 30 orang, 2010 sebanyak 15 orang dan tahun ini 15 orang," kata Kabid Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Mursyid, di Bontang, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan Peraturan Menteri Sosial RI No 129/HUK/2008 tentang standar pelayanan minimal (SPM) bidang sosial daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota mewajibkan kepada daerah untuk menyelenggarakan pelayanan dasar penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).<br /><br />"SPM tersebut mengatur ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar bidang sosial yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial secara minimal," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam indikator skala pelaksanaan pemberdayaan maka prosentase pemberdayaan minimal 80 persen dari jumlah keluarga miskin sesuai target pencapaian Millenium Development Goal’s 2008-2015.<br /><br />Data penduduk miskin Bontang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang sebanyak 8.357 KK.<br /><br />Ia menjelaskan, kegiatan pemberdayaan ini menggandeng PKK Kota Bontang, dengan instruktur menjahit Lena Rahman dan Eko. Pelatihan digelar di Gedung PKK Kota Bontang dengan peserta berasal dari 15 kelurahan di Bontang.<br /><br />"Dengan waktu pelatihan yang hanya empat hari, kami langsung akan ajarkan pola baju dan rok, lengan, model-model baju dan rok, atau dasar baju dan rok," terang Lena Rahman.<br /><br />Ia mengatakan, pesimis semua peserta bisa mempraktekkan menjahit dengan sempurna karena waktu pelatihan yang hanya empat hari.<br /><br />Menurut Lena, pihaknya telah mengusulkan ke tim pelaksana teknis kegiatan agar memperhatikan waktu pelatihan menjahit minimal 1-3 bulan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru