Distamben Kalbar Ajukan 3.600 Unit PLTS

oleh

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo mengatakan pihaknya mengajukan kembali 3.600 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada 2011. <p style="text-align: justify;"><br />"Tahun 2010 kami memang sudah mendapatkan 3.600 unit PLTS tetapi karena ada permasalahan di pusat pun dibatalkan," ungkap Agus Aman di Pontianak, Senin.<br /><br />Pengajuan tersebut, kata Agus Aman, dalam rangka penambahan rasio elektrifikasi untuk desa-desa yang masih belum teraliri aliran listrik.<br /><br />"Misalnya mereka diberikan pembangkit listrik tenaga mikrohydro, surya, atau pun angin yang sesuai dengan daerahnya," kata Agus Aman.<br /><br />Provinsi Kalbar sendiri rasio elektrifikasi hanya sekitar 294,27 mega watt. Sementara beban puncaknya mencapai 272,15 mega watt.<br /><br />"Dari data tersebut memang masih bisa dinyatakan kelebihan sekitar 22,64 mega watt," kata Agus Aman.<br /><br />Menurut Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar itu, karena letak geografis Kalbar yang sangat luas ditambah lagi status listrik yang siaga.<br /><br />Namun begitu, kata dia, pihaknya melalui program-program kelistrikan yang sudah dirancang masih belum menutupi daerah-daerah yang belum terpasang listrik itu.<br /><br />"Apalagi anggaran yang memang sangat terbatas," kata Agus Aman.<br /><br />Alokasi program kelistrikan untuk tahap pertama Kalbar mendapat 150 mega watt di Parit Baru dan Tanjung Gundul Bengkayang.<br /><br />Tahap II, Kalbar mendapat 120 mega watt lagi yang didapat pada tahun 2010 lalu.<br /><br />"Kami berharap itu dapat segera selesai, untuk menambah ratio elektrifikasi," ungkapnya.<br /><br />Sebelumnya, General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat Bambang Budiarto menargetkan, rasio elektrifikasi sebesar 62,12 persen dari saat ini 59,7 persen.<br /><br />Menurut Bambang, salah satunya penyebab masih rendahnya rasio elektrifikasi di provinsi itu karena wilayah Kalbar yang sangat luas dan penyebaran penduduk belum merata.<br /><br />"Meski pun demikian, kami akan berusaha sekuat tenaga menaikkan rasio elektrifikasi tersebut hingga menyamai angka nasional," ujarnya.<br /><br />Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar itu PT PLN Wilayah Kalbar tetap akan membeli listrik ke Sesco, Malaysia sebesar 1 MW untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau.<br /><br />"Rencana pembelian itu sudah siap dan ditargetkan Juni ini sudah bisa koneksi," katanya.<br /><br />PLN Kalbar akan menerangi sekitar 12 desa di kawasan perbatasan Indonesia (Kalbar) – Malaysia pada 2011 ini.<br /><br />Desa-desa perbatasan yang masuk dalam program listrik masuk desa tersebut di antaranya Desa Temajok dan Aruk di Kabupaten Sambas, Jagoi Babang, Siding dan Jagoibelida di Kabupaten Bengkayang.<br /><br />Desa lainnya Badau dan Puring Kencana di Kabupaten Kapuas Hulu, Desa Jasa di Kabupaten Sintang, dan Desa Suruh Tembawang, Desa Palak Pasang, Sekayam dan Desa Entikong di Kabupaten Sanggau. <strong>(phs/Ant)</strong></p>