Home / Tak Berkategori

Distan Kalbar Galakkan Pangan Alternatif

- Jurnalis

Sabtu, 2 Juli 2011 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggalakkan pangan alternatif. <p style="text-align: justify;"><br />"Itu sebagai salah satu upaya kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sumber pangan itu tidak hanya satu," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Hazairin Haderi, di Pontianak, Jumat.<br /><br />Untuk itu, pihaknya pun memberikan pelatihan kepada penyuluh dan petugas pertanian di seluruh kabupaten/kota di Kalbar mengenai tanaman pangan alternatif.<br /><br />"Sasarannya sendiri dalam rangka mendorong pengembangan tanaman pangan alternatif sekaligus untuk meningkatkan diversifikasi pangan," jelas Hazairin.<br /><br />Hal itu sudah sesuai instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menurunkan tingkat konsumsi beras di daerah.<br /><br />Di Kalbar sendiri, kata dia, penggunaan pangan alternatif masih terbilang sangat sedikit. Misalnya saja, penggunaan ubi kayu, yang hanya digunakan untuk pembuatan tepung tapioka.<br /><br />"Ditambah lagi dengan jumlah lahan tanamannya yang sangat terbatas," kata Hazairin.<br /><br />Mantan Kepala Dinas Urusan Pangan Kota Pontianak itu pun mengatakan, ada beberapa tanaman pangan lain yang sudah dibudidayakan tetapi masih terbatas di satu kota saja.<br /><br />"Seperti talas yang sangat banyak di Kota Pontianak saja, bentuk olahannya pun sudah bermacam-macam ada berupa kripik dan lainnya. Tentu kami berharap itu tidak berkembang hanya di kota saja melainkan di semua daerah," tegas Hazairin.<br /><br />Ia juga menilai, Kalbar merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan pangan alternatif.<br /><br />"Pertama karena luas lahan kering yang masih banyak, baik yang di pekarangan maupun di tegalan," jelas Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.<br /><br />Menurutnya, pengembangan tanaman pangan alternatif selain untuk konsumsi juga dapat digunakan sebagai komoditi komersial untuk diekspor ke luar negeri.<br /><br />"Terutama untuk industri, ya seperti tepung tapioka tadi dan juga digunakan untuk industri rumahan," katanya.<strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB