Distan Kalsel Alokasikan Lahan Untuk Tanam Cabai

oleh

Dinas Pertanian Kalimantan Selatan mengalokasikan lahan pertanian seluas 75 hektare untuk menanam cabai pada tiga kabupaten. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian Kalsel Sriyono di Banjarmasin, Kamis (06/01/2011) mengatakan, rencana menambah luas lahan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai yang kini mencapai Rp100 ribu per kilogram. <br /><br />Menurut dia, pembukaan lahan baru untuk pertanian cabai tersebut terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Kota Banjarbaru masing-masing 25 hektare. <br /><br />Pada 2010, kata dia, juga telah dibuka lahan seluas 25 hektare untuk tanaman cabai di Kabupaten HSS. <br /><br />Sementara itu, lahan pertanian cabai yang telah produksi seluas 601 hektare dengan total produsi 3.200 ton atau sekitar 20-30 persen dari kebutuhan cabai Kalsel. <br /><br />Dengan dibukannya lahan sentra penanaman cabai tersebut, kata dia, diharapkan ke depan kebutuhan cabai Kalsel tidak tergantung dengan daerah lain. <br /><br />"Untuk merangsang petani untuk menanam di lahan yang telah dibuka tersebut kami harap ada bantuan pemerintah untuk meningkatkan produksi," katanya. <br /><br />Bantuan tersebut, kata dia, antara lain berupa fasilitasi distribusi dan penyimpanan. <br /><br />Selain cabai, kata Sriyono, juga telah dibuka sentra pertanian sayur di Banjarbaru. <br /><br />Sayangnya, seiring perkembangan waktu, sentra pertanian sayur tersebut mulai tergusur oleh laju pertumbuhan pembangunan perumahan, sehingga perlu dicarikan sentra penanaman sayur di kabupaten lain. <br /><br />Sebagaimana diketahui, saat ini 70 persen kebutuhan pokok Kalsel termasuk cabai dan sayur mayur masih tergantung dengan Pulau Jawa dan beberapa provinsi lainnya. <br /><br />Akibatnya, harga kebutuhan pokok di Kalsel sering mengalami fluktuasi harga cukup signifikan, terutama pada musim hujan atau gelombang tinggi. <br /><br />Mengantisipasi hal tersebut, tim pengendalian inflasi mendorong petani bersama pemerintah untuk menanam sayur maupun kebutuhan pokok lainnya di daerah. <br /><br />"Kalsel harus mampu mengurangi ketergantungan pemenuhan kebutuhan pokok dengan daerah lain dengan jalan meningkatkan produksi pertanaian daerah," kata Peneliti Ekonomi Muda Senior Bank Indonesia Banjarmasin Sakti Arif Wicaksono. <strong>(phs/Ant)</strong></p>