Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya mengharapkan PT Pusri bisa mencukupi kebutuhan pupuk petani di kabupaten tersebut agar saat proses tanam gadu pada bulan September para petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk. <p style="text-align: justify;">"Sebelum bulan puasa, kita sudah melakukan rapat dengan PT Pusri dan kita meminta agar perusahaan tersebut bisa memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani di Kubu Raya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, Suharjo di Sungai Raya, Kamis.<br /><br />Suharjo mengatakan, sudah empat bulan ini para petani yang ada di Kubu Raya kesulitan mendapatkan pupuk. Berdasarkan informasi yang didapat dari PT Pusri, ternyata permasalahan kelangkaan pupuk tersebut disebabkan proses pendistribusian dari pusat yang terhambat.<br /><br />Menurutnya, kelangkaan pupuk yang dirasakan petani tidak hanya terjadi di Kubu Raya tetapi juga pada kabupaten lainnya di Kalimantan Barat. Hal tersebut dikarenakan pasokan pupuk yang ada di Pusri juga terbatas.<br /><br />Dia mengatakan, hal itu juga yang menjadi dilema bagi pihaknya untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada di setiap kecamatan di Kubu Raya.<br /><br />Di sisi lain Pemerintah Kubu Raya berusaha untuk terus memperluas areal tanam, namun di sisi lain, kelangkaan pupuk menjadi salah satu hambatan bagi petani dalam bercocok tanam.<br /><br />"Seperti yang kita ketahui, tanpa pupuk, sebagus apa pun benih padi yang ditanam tentu tidak akan bisa memberikan hasil yang maksimal," kata Suharjo.<br /><br />Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk tersebut pihaknya sudah berusaha untuk mengurangi ketergantungan petani dari penggunaan pupuk pabrik dengan penerapan pupuk Tricoderma yang bisa dibuat sendiri oleh petani dengan memanfaatkan sisa pembersihan lahan pertanian.<br /><br />"Kita sudah memberikan pengetahuan kepada kelompok tani untuk pembuatan pupuk Tricoderma ini, dan alhamdulillah saat ini, petani yang ada di Kubu Raya sudah bisa menghemat 40 persen penggunaan pupuk buatan pabrik dan menggantinya dengan pupuk Tricoderma yang dapat dibuat sendiri," tuturnya.<br /><br />Suharjo berharap ketersediaan pupuk bisa kembali normal pada bulan September nanti. Pasalnya bulan tersebut para petani yang ada di Kubu Raya mulai melakukan penanaman.<br /><br />"Kita juga sudah menekankan kepada pihak distributor dan para agen untuk bisa menyediakan pupuk bagi para petani, agar proses tanam gadu tersebut bisa berjalan lancar," tuturnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














