Distanak Kotim Periksa Kesehatan 1.343 Hewan Kurban

oleh

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memeriksa 1.343 ekor hewan yang akan dijadikan kurban pada Idul Adha 1432 Hijriyah 2011. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang (Kabid) Produksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kotawaringin Timur Bima Ekawardana di Sampit, Senin mengatakan, pemeriksaan hewan kurban tersebut dilakukan di 24 kandang atau tempat penampungan hewan kurban.<br /><br />Dari 1.343 hewan kurban tersebut terdiri dari 758 ekor sapi dan 585 ekor kambing.<br /><br />Pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan sendiri dilakukan sebelum dan sesudah hewan tersebut di potong tujuannya adalah untuk memastikan ternak tidak mengidap penyakit yang membahayakan saat dagingnya dikonsumsi.<br /><br />Hingga sekarang Distanak masih belum menemukan adanya hewan kurban yang mengidap penyakit.<br /><br />Tim pemeriksa kesehatan hewan Distanak Kotawaringin Timur ada sebanyak enam orang dan apabila ada ditemukan hewan yang dalam kondisi sakit maka ternak tersebut akan dilarang untuk dijual atau dipotong.<br /><br />Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus diperketat hal itu untuk mengantisipasi adanya hewan yang mengidap penyakit membahayakan saat dagingnya dikonsumsi.<br /><br />Ternak yang akan dijadikan hewan kurban harus benar sehat dan memenuhi syarat, seperti kakinya tidak pincang, tidak buta, daun telinga tidak rusak, umur harus lebih dari satu tahun untuk kambing serta tumbuhnya sepasang gigi tetap, sedangkan untuk sapi umur minimal dua tahun ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap.<br /><br />Menurut Bima, sebagian besar hewan kurban yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur di datangkan dari luar daerah, yakni Kalimantan Selatan (Kalsel), Jawa Timur (Jatim), Sumatera Selatan (Sumsel) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).<br /><br />Jumlah sapi dan kambing lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar lima persen hal itu dikarenakan populasi ternak di Kotawaringin Timur masih minim atau rendah.<br /><br />"Dalam satu tahun populasi sapi di Kabupaten Kotawaringin Timur hanya sebanyak 5.000 ekor sedangkan untuk kambing 1.000 ekor," katanya.<br /><br />Masih minimnya populasi ternak jenis sapi dan kambing di Kotawaringin Timur karena minat masyarakat untuk mengembangkan ternak tersebut masih rendah atau terbatas dan hanya kalangan tertentu saja.<strong> (das/ant)</strong></p>