Distanakhut Pontianak Awasi Hewan Kurban H-7

oleh

Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (Distanakhut) Kota Pontianak, bersama dengan tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, akan melakukan pengawasan terhadap hewan kurban pada H-7 Idul Adha 1432 Hijriah. <p style="text-align: justify;">"Kami bersama provinsi sudah bentuk tim H-7 sudah turun ke lapangan untuk memonitor penjual kambing dan sapi di Kota Pontianak," kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (Distanakhut) Kota Pontianak Aswin Dja’far di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Aswin menjelaskan, pada H-3 Idul Adha, pihaknya akan melakukan monitor ke masjid dan kantor yang melaksanakan kurban.<br /><br />"Kami juga akan mengawasi kondisi kesehatan hewan kurban. Untuk saat ini, kondisi kesehatan hewan kurban aman, karena kita selalu melakukan pemantauan secara intensif," jelas Aswin.<br /><br />Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan hewan yang akan disembelih betul-betul sapi yang sehat.<br /><br />"Itu sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya hewan yang sakit disembelih," jelas Aswin.<br /><br />Untuk itu pula, dirinya meminta, masyarakat berhati-hati membeli hewan kurban dengan memastikannya tidak terinfeksi penyakit.<br /><br />"Sebaiknya masyarakat membeli hewan kurban yang jelas. Beli hewan kurban di lokasi peternakan yang ada di kota ini saja," kata Aswin.<br /><br />Distanakhut Kota Pontianak menjamin hewan ternak di kota itu mencukupi untuk Idul Adha 1432 Hijriah.<br /><br />"Mencukupi, bahkan hingga tahun baru," kata Aswin.<br /><br />Setidaknya, kata dia, ada sekitar 5.015 ekor sapi di Kota Pontianak yang dapat dijadikan hewan kurban untuk hari besar keagamaan nasional tersebut.<br /><br />Jumlah itu belum dihitung dari keberadaan kambing yang tersebar di berbagai lokasi peternakan di Kota Pontianak. "Termasuk yang akan didatangkan dari daerah lain," ujar dia.<br /><br />Untuk hewan kurban tersebut, menurut dia, pihaknya akan bantu memilih sapi-sapi yang diternakan atau dikembangkan di dalam negeri.<br /><br />Ia menambahkan, salah satu cara untuk dapat mengetahui hewan kurban mengidap penyakit atau tidak bisa dilihat dari kuku, mulut dan kulitnya.<br /><br />"Bila kuku hewan itu membiru atau menderita penyakit kulit harap tidak dibeli. Ciri-ciri seperti itu besar kemungkinan mengidap penyakit," katanya menjelaskan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>