Home / Tak Berkategori

Distanakkan Tabalong Eliminasi 50 Anjing Liar

- Jurnalis

Jumat, 10 Februari 2012 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong, Kalimantan Selatan telah mengeliminasi atau memusnahkan 50 anjing liar yang positif rabies sebagai upaya pencegahan penyakit itu. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Bidang Perlindungan, Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan (Distanakkan) Tabalong Suharyadi di Tanjung, ibukota Tabalong, Jumat, hingga saat ini penyakit rabies masih mengancam daerah itu meski jumlah kasus positif rabies masih kecil.<br /><br />"Untuk kasus gigitan binatang pembawa rabies seperti anjing memang cukup banyak namun yang positif rabies hanya dua kasus dan kita telah mengeliminasi 50 anjing liar di sejumlah kecamatan," katanya.<br /><br />Tahun 2012, kata dia, program pencegahan rabies melalui disosialisasikan, yakni soal vaksin rabies bagi anjing, yang akan dilaksanakan di tujuh kecamatan, yakni Jaro, Murung Pudak, Muara Uya, Haruai, Tanta, Kelua dan Tanjung.<br /><br />Dengan mengacu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan yang menjadi pedoman hukum dalam melaksanakan kegiatan peternakan dan kesehatan hewan, kata dia, hewan peliharaan yang bisa membawa penyakit rabies wajib divaksin.<br /><br />"Kesadaran pemilik hewan untuk bisa memvaksin anjingnya memang masih rendah padahal kami secara aktif ke lapangan untuk menginventarisasi hewan pembawa penyakit rabies," tambahnya.<br /><br />Suhardi pun mengakui Tabalong tergolong daerah endemis rabies seiring masih tingginya populasi anjing liar di sejumlah kecamatan diantaranya Kecamatan Upau, Murung Pudak dan Harui.<br /><br />Masyarakat diimbau waspada terhadap serangan rabies, khususnya di wilayah yang populasi anjing liar cukup banyak namun Distanakkan tetap menggiatkan penyuluhan terkait penyakit yang lebih dikenal dengan anjing gila.<br /><br />Sementara itu, data di Dinas Kesehatan Tabalong menyebutkan, sepanjang 2011, di daerah berjuluk "Bumi Saraba Kawa" ini ditemukan 26 kasus gigitan hewan pembawa rabies dan 2012 ini ada lima kasus serupa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB