Distankan Banjarmasin Targetkan Ekspor Ikan Haruan

oleh

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi menargetkan petani untuk mampu mengekspor komoditi ikan haruan atau ikan gabus setelah dilakukan pembinaan. <p style="text-align: justify;">Pembudidayaan ikan haruan di Banjarmasin disebutnya sudah sangat berkembang setelah pemerintah daerah memberikan bantuan bagi kelompok tani komuditi tersebut.<br /><br />"Tahun ini pemerintah sudah mengalokasikan dana bantuan untuk petani pemelihara ikan haruan ini sebesar Rp500 juta, tahun akan datang akan ditambah dua kali lipatnya lagi. Ini untuk motivasi produktivitasnya," kata Doyo di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Dia meyakini dengan adanya dorongan dari pemerintah daerah itu maka produksi ikan haruan di daerah ini akan sangat besar hingga bisa diekspor ke luar daerah bahkan luar negeri.<br /><br />Pasar bagi ikan haruan dinilai besar antara lain karena ikan tersebut memiliki kasiat unik dalam tubuhnya untuk kesehatan.<br /><br />"Ikan haruan ini mengandung albumin, dimana ini sangat penting bagi tubuh kita, bagi yang kekurangan albumin dalam tubuh dapat menyebabkan volume darah tidak stabil dan kesehatannya pasti terganggu, itu yang saya pernah baca," tuturnya.<br /><br />Selain itu, kandungan yang ada di dalam tubuh ikan haruan disebutnya juga baik untuk obat luka sehingga baik dikosumsi ibu-ibu yang baru melahirkan dan yang habis oprasi.<br /><br />"Jadi ikan haruan ini adalah ikan berharga, selain menjadi kegemaran warga daerah kita untuk menu makanan khas daerah," ucapnya.<br /><br />Saat ini sudah terbentuk sepuluh kelompok pemelihara ikan haruan dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 orang sehingga besar harapan daerah itu menjadi produsen ikan gabus terbesar di Kalsel.<br /><br />Dia menargetkan panen ikan gabus tahun 2016 sebanyak 30 ton sehingga bisa menggerakkan perekonomian daerah dan berkontribusi pada pendapatan asli daerah secara signifikan.<br /><br />Dikatakan dia, program pengembangan ikan gabus itu hanya ada di Banjarmasin dan juga menjadi gerakan untuk pelestarian ikan yang hidup secara alami di sungai dan rawa tersebut.<br /><br />Sebab, ujar dia, banyak anggapan ikan gabus tidak bisa dipelihara khusus, karena merupakan ikan yang hanya bisa hidup dan berkembang di alam bebas bisa terpecahkan.<br /><br />"Buktinya petani kita bisa, bahkan sudah beberapa kali panen," paparnya. (das/ant)</p>