Distankanak Barut Kembangkan Hijauan Pakan Ternak

oleh

Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tahun 2011 mengembangkan hijauan pakan ternak seluas 10 hektar untuk petani setempat. <p style="text-align: justify;&quot;>"Hijauan pakan ternak (HPT) ini nanti akan dimanfaatkan para peternak sapi dan kambing di daerah ini," kata Kepala Dinas Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut) di Muara Teweh, Senin.<br /><br />Menurut Sunoto, rencananya lokasi yang menjadi tempat penanaman pakan ternak ini nanti diantaranya kawasan persemaian di Jalan Pendreh Muara Teweh, Desa Trahean Kecamatan Teweh Tengah dan Desa Liju Kecamatan Teweh Timur.<br /><br />Bibit pakan ternak yang akan ditanam, kata dia, diantaranya jenis rumput gajah (Pennisctum purpureum), rumput raja (King grass), rumput setaria dan lainnya.<br /><br />"HPT ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ternak yang dikembangkan warga pada sejumlah tempat," katanya didampingi Kepala Bidang Peternakan, Indah Utari.<br /><br />Sunoto menjelaskan, melalui hijauan pakan ternak ini diharapkan pertumbuhan ternak warga berkembang dengan baik dalam bentuk hijauan segar yang sangat disukai ternak sehingga menguntungkan para peternak.<br /><br />Hijauan yang banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa tersebut sangat berperan dalam menghasilkan energi dan gizi cukup.<br /><br />"Diharapkan melalui pakan ternak yang diberi secara cuma-cuma ini mampu mendorong peternak mengembangkan sendiri sehingga meningkatkan dan pertumbuhan sapi dan kambing secara baik," jelas dia.<br /><br />Sunoto mengatakan, pengembangan sapi pada salah satu kabupaten di pedalaman Kalteng ini sudah dilakukan sejak 2006. Hasilnya disalurkan kepada masyarakat dengan perkembangan mencapai ribuan ekor.<br /><br />Saat ini ternak sapi cukup berkembang dengan baik terutama dikelola para petani plasma di empat desa meliputi Desa Bukit Sawit, Pandran Permai, Pandran Jaya dan Tawan Jaya menggunakan rumput dan limbah sawit yang hasilnya cukup bagus.<br /><br />Selain kawasan perkebunan sawit, juga bekas daerah transmigrasi di Desa Sei Rahayu dan Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah.<br /><br />"Permintaan bibit sapi setiap tahun mencapai 500-an ekor, namun karena keterbatasan anggaran tidak semuanya bisa dipenuhi," katanya.<br /><br />Dia mengatakan, selain itu pemerintah di kabupaten pedalaman Sungai Barito juga memberikan bantuan ternak kambing yang dilakukan secara sistem bergulir, hingga kini sudah mencapai 500 ekor.<br /><br />Kambing yang cocok dikembangkan di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Barito Utara yakni etawa yang merupakan kambing berbadan besar serta jenis lainnya.Misalnya di Dusun Parangkampeng Kecamatan Teweh Tengah yang sebelumnya hanya puluhan ekor kini sudah mencapai 65 ekor.<br /><br />Bahkan kambing bantuan pemerintah daerah ini sudah tiga kali digulirkan untuk warga setempat yang belum mendapat bantuan ternak.<br /><br />"Dusun Parangkampeng ini akan kami jadi salah satu sentra ternak kambing serta tempat penangkaran," katanya.<br /><br />Kebutuhan sapi potong di Kabupaten Barito Utara mencapai 415.212 kilogram yang realisasinya hanya 152.490 kilogram. Sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. <strong>(phs/Ant)</strong></p>