Distribusi Pupuk Besubsidi Di Kotabaru Kembali Lancar

oleh

Pascacuaca buruk dan gelombang tinggi, distribusi pupuk bersubsidi di Kotabaru, sekitar 300 km sebelah tenggara Banjarmasin ibukota provinsi Kalimantan Selatan kembali lancar. <p style="text-align: justify;">Pedagang peralatan pertanian di Pasar Kemakmuran Kotabaru H Sujatmiko, Senin, mengungkapkan, saat ini persediaan pupuk bersubsidi di Kotabaru relatif tersedia.<br /><br />"Berbeda dengan beberapa terakhir, di mana petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, karena toko di mana-mana kosong," jelasnya.<br /><br />Kelangkaan pupuk tersebut, menurut Sujatmiko, disebabkan oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan Jawa dan Kotabaru.<br /><br />Akibat kelangkaan pupuk bersubsidi waktu itu, petani palawoja dan petani kelapa sawit serta petani karet di Kotabaru terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih tinggi, dan itu dirasakan cukup memberatkan mereka.<br /><br />Namun setelah pelayaran kapal normal dan distribusi kembali lancar, kini pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau mudah diperoleh.<br /><br />Jatmiko menjelaskan, untuk pupuk bersubsidi Urea dijual seharga Rp85 ribu per sak (isi 50 kg), pupuk Sulfur dan Phospate (SP) Rp120 ribu per sak (isi 50 kg) dan Poska seharga Rp125 ribu per sak (isi 50 kg).<br /><br />Seorang petani asal Bumi Asih Wiyono mengatakan, saat ini petani di daerahnya sangat mudah memperoleh pupuk bersubsidi di pasar Kemakmuran.<br /><br />"Namun belum semua petani di desa-desa bisa membeli pupuk bersubsidi, karena biaya transportasi dari desa ke Pasar Kemakmuran mahal," ujarnya.<br /><br />Ia berharap petani di desanya bisa menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga pupuk <strong>(phs/Ant)</strong></p>