Home / Tak Berkategori

DKP Kucurkan Rp2 Miliar Bagi Nelayan Miskin

- Jurnalis

Kamis, 16 Februari 2012 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru Kalimantan Selatan segera mengucurkan dana sekitar Rp2 miliar melalui program pengembangan usaha mina perdesaan kepada nelayan kurang mampu di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru H Talib, Rabu, di Kotabaru mengatakan, dana tersebut akan diserahkan kepada sekitar 10 kelompok masing-masing beranggotakan 10 orang nelayan kurang mampu.<br /><br />"Setiap nelayan akan mendapatkan dana sekitar Rp10 juta untuk modal usaha menangkap ikan," katanya.<br /><br />Dana tersebut diharapkan untuk membeli alat tangkap bisa berupa perahu dan mesin, jaring ikan atau peralatan tangkap yang lainnya.<br /><br />Agar program tersebut tidak salah sasaran, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kotabaru melakukan seleksi cukup ketat terhadap proposal dari nelayan yang masuk.<br /><br />Selain itu, DKP juga akan melakukan pengawasan secara langsung di lapangan atau kelompok agar jangan sampai ada anggota kelompok yang mendapatkan dana untuk dibelikan yang lain selain peralatan tangkap.<br /><br />"Kami juga khawatir dana tersebut dibelikan pesawat televisi atau kendaraan, itukan menyalahi aturan," paparnya.<br /><br />Terlebih, ujar dia, bantuan itu langsung ke rekening kelompok nelayan, sementara DKP hanya mengawasi dari kejauhan.<br /><br />Meskipun hibah, lanjut Talib, anggota kelompok nelayan diharapkan dapat menggulirkan dana tersebut kepada anggota kelompok yang belum mendapatkan agar lebih bermanfaat.<br /><br />Dengan pola trersebut, DKP Kotabaru berharap jumlah nelayan kurang mampu terus berkurang.<br /><br />Menurut dia, sejak terjadi krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM menyebabkan banyak nelayan tradisional di Kotabaru terpuruk tiodak bisa melaut karena tidak memiliki alat tangkap. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru