Dokter RSUD Minta Kenaikan Tunjangan

oleh

Para dokter umum dan specialis yang bertugas di RSUD Ade M Djoen Sintang berharap agar tunjangan bulanan diluar gaji mereka ditambah. Alasan permintaan penambahan tunjangan tersebut salah satunya adalah terkait padatnya intensitas pelayanan di RSUD Ade Djoen. <p style="text-align: justify;">Hal itu diungkapkan oleh Kepala RSUD Ade M Djoen, dr Sidiq Handanu saat rapat koordinasi bersama komisi III DPRD Sintang, yang digelar di Aula Utama sidang paripurna DPRD, Selasa (01/03/2011).<br /><br />Saat dikonfirmasi seusai rakor, Handanu juga menengaskan memang ada wacana untuk penambahan tunjangan bagi tenaga dokter yang bertugas di RS yang dipimpinnya tersebut. <br /><br />“Ini baru sebatas usulan, syukur-syukur kalau disetujui,” kata Handanu.<br /><br />Informasi yang dihimpun kalimantan-news menyebutkan bahwa tunjangan bagi dokter yang bertugas di Ade M Djoen Sendiri kini sudah berkisar pada angka Rp 3,5 juta perbulan, diluar gaji pokok. <br /><br />Jumlah tersebut lebih tinggi Rp 500 ribu dari besaran tunjangan diluar gaji bagi dokter yang bertugas di Puskemas Sintang.<br /><br />Namun Handanu menampik kalau kembali diusulkannya kenaikan tunjangan bagi dokter di RSUD tersebut dilandasi ego sektoral antara Rumkit dan Puskesmas. <br /><br />“Kenaikan murni soal intensitas kerja dan resiko kerja di rumah sakit,” ungkapnya.<br /><br />Ditanyai Kapuas Post mengenai seberapa besar korelasi antara kenaikan tunjangan dan peningkatan pelayanan, Handanu menyatakan, meski peningkatan tunjangan bukan satu-satunya yang berpenagruh  pada optimalisasi kinerja, namun menurutnya sedikit banyak peningkatan layanan bakal terpengaruh. <br /><br />“Terlepas dari hal itu, saya yakin para dokter juga pasti akan memberikan layanan terbaik bagi pasien,” katanya.<br /><br />Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sintang, Ahmad Sutarmin kepada Kapuas Post menyatakan, pada dasarnya usulan kenaikan tunjangan dokter di rumkit tak masalah, selama kemampuan keuangan pemerintah daerah mencukupi. Namun menurutnya jika kenaikan tersebut terealisasi, harus ada peningkatan signifikan layanan publik di rumah sakit. <br /><br />“Bisa saja ada kenaikan tunjangan, selama kas daerah mampu, tapi harus bersinergi dengan perbaikan dan optimalisasi pelayanan,” tutur Tarmin. <strong>(phs)</strong></p>