Home / Tak Berkategori

Dokter Spesialis Minta Tunjangan Bulanan Rp10 Juta

- Jurnalis

Minggu, 4 Desember 2011 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat meminta tambahan tunjangan sebesar Rp10 juta untuk setiap bulan. <p style="text-align: justify;">"Untuk satu orang dokter spesialis, dokter bersangkutan meminta ‘fee’ satuh bulan minimal sebesar Rp10 juta. Ini sudah ditambah fasilitas perumahan dan fasilitas kendaraan," ungkap Direktur RSUD Landak, Kriman di Ngabang, Minggu.<br /><br />Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Landak memang masih sangat membutuhkan tenaga dokter, khususnya tenaga dokter spesialis, karena saat ini RSUD Landak baru mempunyai satu dokter spesialis penyakit dalam.<br /><br />"Namun demikian seiring dengan keberadaan dokter spesialis di Landak, tentunya Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak maupun RSUD Landak harus memerlukan dana yang jumlahnya tidak sedikit," kata Kriman.<br /><br />Sebelumnya, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot mengatakan di RSUD Landak minimal ada 4 dokter spesialis yang akan dipanggil oleh Pemkab Landak.<br /><br />Selain dokter spesialis penyakit dalam yang sudah ada di RSUD Landak, rencananya Pemkab Landak akan memanggil dokter spesialis anak yakni dr. Syamsir Alam.<br /><br />"Kemudian, untuk dokter spesialis kandungan ada dr Semi dan seorang dokter yang dulu pernah bertugas di Mandor. Selanjutnya, ada dr Emerson yang juga akan selesai pada tahun depan mengambil dokter spesialis," jelasnya.<br /><br />Dengan semakin bertambahnya dokter-dokter spesialis tersebut, kata Bupati, rujukan ke RSUD Sudarso Pontianak tentu akan berkurang.<br /><br />"?Nah, mengapa rujukan kita tinggi? Karena memang kita tidak memilki tenaga dokter. Tenaga-tenaga dokter yang ada di RSUD umumnya PTT. Oleh karena itu selalu gonta ganti dokter," kata Adrianus.<br /><br />Ia menambahkan, Pemkab Landak memang memerlukan tenaga dokter yang banyak. Karena layanan rumah sakit berbanding lurus dengan ketersediaan tenaga dokter.<br /><br />"Dan ini berarti terkait juga dengan ketersediaan dana yang cukup.," demikian Bupati Adrianus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru