DP3KP Kotawaringin Timur Periksa 1.700 Hewan Kurban

oleh

Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memeriksa sedikitnya 1.700 hewan kurban. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang kami lakukan, belum ada ditemukan hewan kurban yang mengidap penyakit membahayakan terhadap manusia, seperti anthrax," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman DP3KP Kabupaten Kotim, Hendra di Sampit, Selasa.<br /><br />Dari 1.700 hewan kurban yang telah diperiksa tersebut terdiri dari 1.300 ekor sapi dan 400 ekor kambing.<br /><br />Hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya oleh tim DP3KP tersebut merupakan hewan yang dipasarkan masyarakat dan tersebar di beberapa titik Kota Sampit.<br /><br />Menurut Hendra, hewan kurban tersebut pada umumnya didatangkan dari daerah lain, seperti Jawa, Madura dan Sulawesi.<br /><br />Jumlah hewan kurban yang didatangkan dari daerah lain oleh para pedagang diperkirakan akan terus bertambah.<br /><br />"Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban karena kami akan terus mengawasi dan memeriksa setiap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kotim," katanya.<br /><br />Setiap hewan ternak yang akan dipergunakan untuk kurban dan berasal dari daerah lain, harus atau wajib dilengkapi dengan surat sehat hewan dari daerah asal ternak.<br /><br />Pengawasan dengan prinsip aman, sehat, utuh dan halal (Asuh) untuk menghindari beredarnya konsumsi daging hewan kurban yang memiliki penyakit membahayakan bagi kesehatan manusia.<br /><br />Sebelum disembelih kesehatan hewan kurban akan diperiksa begitu juga sebelum dibagikan ke masyarakat.<br /><br />Pemeriksaan sesuai dengan standar yang berlaku guna mengantisipasi penularan penyakit dari hewan ke manusia (zoonosa).<br /><br />Hendra mengungkapkan ada sejumlah jenis penyakit hewan pada sapi yang harus diwaspadai oleh masyarakat karena dapat menular ke manusia, seperti penyakit anthrax, TBC dan cacing hati.<br /><br />Jenis penyakit tersebut nantinya yang akan menjadi fokus pemeriksaan, sebab daging yang mengandung penyakit yang dimaksud dapat membahayakan kesehatan manusia apabila dikonsumsi.<br /><br />"Kalau nantinya ditemukan daging hewan kurban yang mengandung penyakit, maka daging tersebut akan kami larang untuk didistribusikan ke masyarakat," katanya menerangkan.<br /><br />Untuk memilih hewan kurban yang sehat dan bebas dari penyakit sebetulnya sangat mudah, yakni dengan ciri-ciri nafsu makan hewan normal, lubang hidung bersih tidak mengeluarkan cairan dan bulu akan tampak lebih mengkilat atau tidak kusam serta kotoran normal tidak encer.<br /><br />Apabila ingin memeriksa bagian dalamnya maka setelah dipotong dapat dilihat bagian hatinya, kalau ditemukan ada cacing maka tidak layak dikonsumsi, khusus untuk bagian itu saja, sedangkan bagian dagingnya masih bisa dikonsumsi. (das/ant)</p>