DPRD Akan Panggil Pengusaha Sarang Burung Walet

oleh

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangka Raya akan memanggil para pengusaha sarang burung walet yang ada di kawasan setempat untuk membahas masalah rancangan peraturan daerah mengenai usaha tersebut. <p style="text-align: justify;">"Rencananya Senin (28/3) kami akan memanggil para pengusaha burung walet untuk meminta saran dan masukkan terkait pembuatan Raperda tentang izin pembangunan sarang burung walet," kata Ketua Badan Legislasi DPRD Palangka Raya Syaubari Kusmiran, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Menurutnya, masalah penting yang rencananya akan dimasukkan dalam Raperda tersebut adalah mengatur syarat lokasi dan perizinan, oleh karena itu bagi masyarakat yang sudah terlanjur membangun sekarang diberikan kesempatan untuk memberi masukkan.<br /><br />Pihaknya juga meminta kepada para pengusaha burung walet untuk menutup bangunan sarang walet yang mereka dirikan di dekat fasilitas umum.<br /><br />"Kami meminta bangunan sarang walet yang berada di dekat fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, dan jalan-jalan protokol, dapat segera ditutup. Masalahnya, suara tiruan burung walet dari kaset yang keluar sangat mengganggu kenyamanan," ucapnya.<br /><br />Ia mengatakan, hal tersebut juga sudah pernah disampaikan kepada masyarakat oleh DPRD pada saat melakukan sosialisasi Raperda tentang burung walet dengan meminta saran, masukan dan pertimbangan dari warga, khususnya pengusaha walet beberapa waktu lalu.<br /><br />Meski aturan mengenai hal tersebut sekarang masih belum ada, DPRD meminta kesadaran para pengusaha walet yang bangunan sarangnya berdekatan dengan fasilitas umum untuk segera menutupnya, mengingat suara tiruan burung yang diputar setiap hari itu sangat mengganggu.<br /><br />"Kami sudah memberikan sosialisasi mengenai masalah tersebut sebagai upaya untuk melibatkan masyarakat sekaligus memberikan penyadaran. Dengan demikian, sebelum hal itu dibahas oleh DPRD bersama dengan pemerintah kota (pemkot), telah ada masukan dari warga atau pengusaha walet," ujarnya.<br /><br />Ia menjelaskan, jumlah bangunan sarang burung walet yang ada di Palangka Raya saat ini mencapai 100 unit, dan semuanya masih belum memiliki izin, sebab memang aturan mengenai hal tersebut masih belum ada.<br /><br />"Kami sudah melakukan sosialisasi di dua kecamatan dan tiga kelurahan yaitu Kecamatan Pahandut serta Sabangau. Kemudian di Kelurahan Pahandut, Bereng Bengkel, dan Menteng," imbuhnya. <strong>(das/ant)</strong></p>