DPRD Hati-Hati Tambah Dana Rumah Sakit

oleh

Anggota DPRD Kota Banjarmasin menyatakan, pihaknya hati-hati untuk dapat menyetujui permintaan tambahan dana untuk anggaran pembangunan rumah sakit pemerintah menjadi Rp39 miliar pada tahun 2015. <p style="text-align: justify;">"Terkait permintaan tambahan anggaran tersebut, kami mengunjungi rencana pembangunan rumah sakit (RS) itu di Jalan RK Ilir Banjarmasin," ujar Ketua Komisi III DPRD Aulia Ramadhan Supit di Banjarmasin, Kamis.<br /><br />Menurut Politisi Partai Golkar itu, pihaknya harus berfikir objektif untuk menyetujui anggaran besar yang diajukan pemerintah.<br /><br />Sebab, lanjutnya, terjadi penambahan lebih 100 persen dari Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Kota Banjarmasin 2015 yang tertera sebelumnya cuma Rp15 miliar.<br /><br />Pihaknya tidak akan berani memfinalisasi anggaran RS yang jumlah permintaan tambahan anggaranya cukup besar tersebut, kecuali nanti menyerahkan pembahasan ke tingkat Badan Anggaran (Banggar).<br /><br />"Kita (Komisi III) sebagai mitra kerja Dinas Tata Ruang, Cipta Karya, dan Perumahan sebagai penanggungjawab pembangunan RS menyerahkan pembahasan penambahan anggaran kepihak Banggar," tegasnya.<br /><br />Ia menerangkan, pihaknya masih kurang mengerti juga hingga dilakukan penambahan cukup signifikan sehingga mencapai lebih 100 persen.<br /><br />"Kita hanya mendapat penjelasan dari instansi terkait bahwa dananya kurang, makanya perlu penambahan," tuturnya.<br /><br />Dari rapat pembahasan anggaran dengan instansi terkait, ungkapnya, pembangunan tahap awal RS Pemkot tersebut akan mengadakan terlebih dahulu gedung poliklinik yang direncanakan empat lantai.<br /><br />"Kemudian baru membangun gedung rawat inap yang dirancang sepuluh lantai," ungkapnya mengutip keterangan dari pihak eskekutif.<br /><br />Ia berharap, pembangunan RS tidak menjadi alat politik hingga harus dipaksakan pembangunan dengan membebankan APBD dan menimbulkan kesan mengenyampingkan pembangunan lain.<br /><br />"Kalau disetujui dana sebesar itu banyak anggaran pembangunan lain yang terpaksa harus dipangkas dan itu kurang etis, karena menghambat pembangunan lain," terangnya.<br /><br />Ada alasan lain, pembangunan RS tersebut tidak bisa dilaksanakan secara multiyers atau menggunakan sistem tahun jamak karena kepemimpinan wali kota saat ini habis pada 2015.<br /><br />"Apa karena itu jadi langsung membengkak anggarannya," pungkas Aulia.<br /><br />Pemkot Banjarmasin bermaksud membangun rumah sekit, karena dari 13 kabupaten/kota di Kalsel hanya Banjarmasin yang belum membangun instalasi pelayanan umum bidang kesehatan itu.<br /><br />Sementara pemerintah kabupaten Balangan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tahun 2003 sudah membangun rumah sakit, guna pelayanan kesehatan. (das/ant)</p>