DPRD Intensifkan Koordinasi Dengan KPU Kalbar

oleh

Komisi A DPRD Kalimantan Barat akan mengintensifkan rapat dan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat terkait persiapan pelaksanaan pemilihan gubernur tahun 2012. <p style="text-align: justify;">"Supaya menghindari peluang terjadinya kericuhan pada Pilgub, jangan sampai ada peluang komplain dari peserta," kata Ketua Komisi A DPRD Kalbar, Retno Pramudya di Pontianak, Jumat.<br /><br />Terutama, lanjut dia, pada petugas pemutakhiran data pemilih (P2DP) yang akan dibentuk KPU Kalbar.<br /><br />Ia melanjutkan, petugas tersebut akan dibentuk di tingkat TPS maupun RT dengan harapan membantu pemutakhiran data.<br /><br />Diperkirakan untuk Pilgub Kalbar 2012, dibutuhkan 11.065 Tempat Pemungutan Suara (TPS).<br /><br />Ia mengingatkan, yang sangat rentan adalah saat pendataan pemilih. "Jangan sampai yang seharusnya memiliki hak untuk memilih, tidak terdata," kata Retno Pramudya.<br /><br />Selain itu, juga untuk pengamanan TPS, surat suara, distribusi surat suara, serta pengiriman surat suara dari TPS ke kabupaten/kota.<br /><br />"Petugas P2DP juga harus independen, tidak terlibat partai politik, atau tim sukses calon," kata Retno Pramudya yang juga Sekretaris DPW PPP Kalbar itu.<br /><br />KPU Kalbar, kata dia, harus serius dalam tahap seleksi anggota P2DP.<br /><br />Dana yang diperkirakan untuk pelaksanaan Pilgub Kalbar 2012 sebesar Rp222 miliar, dengan dua putaran.<br /><br />Putaran pertama Rp166 miliar, sedangkan putaran kedua Rp56 miliar. Asumsinya, ada enam calon peserta Pilgub Kalbar 2012.<br /><br />Dana tersebut terutama untuk honor, lembur dan pengadaan barang dan jasa.<br /><br />Putaran pertama diperkirakan berlangsung pada 20 September 2012. <strong>(phs/Ant)</strong></p>