Home / Tak Berkategori

DPRD Kalbar Ingatkan Pengawasan Bantuan Bibit Karet

- Jurnalis

Kamis, 23 Februari 2012 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Nicodemus R Toun mengingatkan pemerintah daerah untuk memantau bantuan bibit karet yang disalurkan ke masyarakat karena ada kemungkinan tidak mencapai sasaran yang diharapkan. <p style="text-align: justify;">"Bantuan bibit karet yang tidak dimanfaatkan penerima bukan hanya isapan jempol. Kasus-kasus tersebut memang terjadi di lapangan," kata Nicodemus R Toun saat dihubungi dari Pontianak, Kamis.<br /><br />Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, di daerah pedalaman banyak bibit karet bantuan pemerintah yang kurang dimanfaatkan dengan baik.<br /><br />Sementara anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalbar, Suprianto mengatakan, cukup banyak bantuan bibit yang tidak ditanam atau dirawat dengan baik oleh penerima.<br /><br />"Ada yang sudah diberi bantuan, tetapi hanya diletakkan di samping rumah," kata Suprianto yang menyampaikan hasil resesnya ke daerah pemilihan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau.<br /><br />Menurut politisi Partai Damai Sejahtera ini, perlu ada mekanisme untuk pemantauan terhadap bantuan bibit yang diberikan ke masyarakat agar dapat dimanfaatkan dengan baik misalnya melibatkan kepala desa di lokasi penerima.<br /><br />Ia mengingatkan, bantuan itu perlu diperiksa kembali sehingga tidak sekedar menghabiskan anggaran pemerintah daerah.<br /><br />Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Hiarsolih Buchori mengatakan, pemerintah provinsi sudah menetapkan sejumlah areal untuk sektor perkebunan. "Hingga 2025, Pemprov Kalbar mencadangkan luas tanaman sawit 1,5 juta hektare," ujar dia.<br /><br />Untuk tanaman karet, ditargetkan mencapai 1,2 juta hektare.<br /><br />Ia mencatat, untuk tanaman sawit yang sudah terealisasi sekitar 800 ribu hektare dan karet 580 ribu hektare.<br /><br />Namun, lanjut dia, untuk tanaman karet belum ada yang mengelola dalam skala besar.</p> <p style="text-align: justify;">"Sebagian besar dalam bentuk perkebunan rakyat, yang kecil-kecil," kata Hiarsolih Buchori. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru